This paper discusses Timur Lenk who is ambitious to dominate the world through the founding of the great Mongol Empire as a mission ever launched by the grandchildren of Genghis Khan and Hulagu Khan. Timur Lenk himself continued the tradition of the Mongolian invasion force that is not forcing religion or spiritual practices to a conquered nation; they even build the conquest countries with the principle of regionalism. Even, in the end, the King of Mongolia turned to Islam, including Timur Lenk himself at the end of the 13th century and early 14th century. Then Mongolism Ideology becomes a major platform in conquering the entire countries with the royal and military strength. There are two basic frameworks of the Mongolian nation in its military power expansion, as the one done by Timur Lenk: first, the geneolis theory: the world hegemony to perpetuate the Mongol Empire using military force and running the ancient absolutism politic believing that the greater authority of the ruler could result on achieving peace and security. Second, attack and defend theory: rebuilding a country that has been destroyed with luxurious infrastructures like an extraordinary magnificent palace, developing science, history, Sufism and then try to defend them.Pada dasarnya makalah ini membincang sepak terjang Timur Lenk yang berambisi menguasai dunia lewat pendirian Imperium Mongol Raya sebagaimana misi yang pernah dicanangkan oleh buyutnya Jenghis Khan dan Hulagu Khan. Timur Lenk sendiri tetap melanjutkan tradisi invasi bangsa Mongolia yaitu tidak memaksakan agama ataupun praktek spiritualitasnya terhadap bangsa yang ditaklukkannya, justru mereka membangun negeri taklukannya dengan prinsip kedaerahan. Bahkan pada akhirnya Raja Mongolia yang berbalik memeluk agama Islam termasuk Timur Lenk sendiri pada akhir abad ke-13 dan awal abad ke-14. Kemudian Ideologi Mongolisme menjadi platform utama dalam menaklukkan seluruh negara dengan kekuatan kerajaan dan militer. Ada dua kerangka dasar bangsa Mongolia dalam menancapkan kekuasaan militernya, seperti yang dilakukan oleh Timur Lenk yaitu: pertama, teori geneolis: hegemoni dunia untuk melanggengkan Imperium Mongol Raya dengan garis komando kekuatan militer dan menjalankan politik absolutisme kuno yakni percaya bahwa semakin besar kekuasaan penguasa maka peluang perdamaian dan keamanan akan tercapai. Kedua, teori attack and defend: membangun kembali negara yang telah dihancurkannya dengan infrastuktur yang luar biasa seperti istana megah, pengembangan ilmu pengetahuan, sejarah, dan tasawuf lalu berusaha mempertahankannya
Copyrights © 2011