El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam
Vol 13, No 1 (2011): EL HARAKAH

Kamar Mandi sebagai Tempat Bersuci (Thaharah)

Agung Sedayu (Teknik Arsitektur UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2012

Abstract

Keeping cleanliness and holiness is the duty for all moslems. To perform these religious duties, every time and everywhere, we must keep and support hard on the holiness of the physic and psychic value aspects. Most cleaning activities have been done in toilet and the other similar places. The Main tool to clean is water; therefore toilet is always having water having the image as a wet place. Toilet is one of the arranged rooms in building and assumed to be added room that is not so important. In fact, it has a very vital and important function. Inside of the toilet we have the erudition and philosophy which must be done, like praying before and after entering this room, and also some other rules to follow when we are in it. Cleaning the psychic is started at cleaning the body, and cleaning the psychic is supported by cleanliness of our environment including toilet as a part of the house. Therefore, before designing it, all of the moslem architects must concern and focus on the erudition and philosophy of Islamic fiqih containing about the effort to be clean and holy. Design results should reflect Islamic values, and the toilet having Islamic characteristics, especially having strength points on cleanliness and holiness. This paper is to discuss about toilet design from the perspective of fiqih values on cleanliness and holiness. The objectives are to give more information and knowledge about toilet design principles having Islamic values based on  fiqih law references on cleanliness and holiness. Menjaga kebersihan dan kesucian adalah tugas semua umat Islam. Untuk melakukan tugas keagamaan ini, setiap saat dan dimana saja, kita harus menjaga dan mendukung keras kekudusan aspek nilai fisik dan psikis. Sebagian besar kegiatan pembersihan telah dilakukan di toilet dan tempat-tempat lain yang serupa. Alat utama untuk membersihkan adalah air; karena itu toilet selalu memiliki air dan sebagai tempat yang basah. Toilet adalah salah satu ruangan yang tersusun di dalam bangunan dan diasumsikan sebagai ruang tambahan yang tidak begitu penting. Padahal, ia memiliki fungsi yang sangat vital. Di dalam toilet kita memiliki pengetahuan dan filosofi yang harus dilakukan, seperti doa sebelum dan sesudah memasuki ruangan ini, dan juga beberapa kaidah lain yang harus diikuti saat kita berada di dalamnya. Pembersihan dimulai dari pembersihan tubuh, dan pembersihan psikis didukung oleh kebersihan lingkungan kita termasuk toilet sebagai bagian dari rumah. Karena itu, sebelum merancangnya, semua arsitek muslim harus peduli dan fokus pada pengetahuan dan filosofi fiqih Islam yang berisi tentang usaha untuk menjadi bersih dan suci. Hasil desain harus mencerminkan nilai-nilai Islam, dan toilet memiliki karakteristik Islam, terutama memiliki titik kekuatan pada kebersihan dan kesucian. Tulisan ini membahas tentang desain toilet dari sudut pandang fiqih nilai kebersihan dan kesucian. Tujuannya adalah untuk memberikan lebih banyak informasi dan pengetahuan tentang prinsip desain toilet yang memiliki nilai-nilai Islam berdasarkan referensi hukum fiqih tentang kebersihan dan kesucian.

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

infopub

Publisher

Subject

Public Health

Description

EL HARAKAH (ISSN 1858-4357 and E-ISSN 2356-1734) is peer-reviewed journal published biannually by Maulana Malik Ibrahim State Islamic University (UIN) of Malang. The journal is accredited based on the decree No. 36a E. KPT 2016 on 23 May 2016 by the Directorate General of Higher Education of ...