Harmonia: Journal of Research and Education
Vol 2, No 3 (2001)

TARI BEDHAYA KETAWANG LEGIMITASI KEKUASAAN RAJA SURAKARTA (The Legitimization of Power of the King of Surakarta in the Bedhaya Ketawang Dance)

Dewi, Nora Kustantina (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Jul 2011

Abstract

Kehadiran tari Bedhaya Ketawang di Karaton Kasunanan Surakarta mempunyai fungsi utama, yaitu sebagai legitimasi kekuasaan .Raja dianggap absah sebagai pewaris keturunan Kerajaan Mataram Baru yang mempunyai keajegan kekuatan gaib yang terpancar dalam tari Bedhaya Ketawang.Hal ini sangat erat hubungannya dengan cita pikiran tentang kedudukan raja yang dipercaya bersifat dewa dan berkuasa di atas segalanya. Semua hasil karya seni, penciptaannya dikembalikan kepada raja Mitos yang berlaku di Lingkungan masyarakat tradisional Jawa, tari Bedhaya Ketawang yang disakralkan merupakan pelestarian hubungan mistik keturunan Panembahan Senapati sebagai raja Mataram Baru yang pertama dengan penguasa Laut Selatan yaitu Kanjeng Ratu Kencana Sari. Mitos yang tertuang di da/am Babad Tanah Djawi menggambarkan pernyataan takluknya Kanjeng Ratu Kencana Sari beserta bala tentaranya terhadap kekuatan supranatural Panembahan Senopati, dan akan selalu membantu serta dilanjutkan dengan saling menjalin percintaan. Kata Kunci: Bedhaya Ketawang, mistis, legitimasi kekuasaan.

Copyrights © 2001






Journal Info

Abbrev

harmonia

Publisher

Subject

Arts Education

Description

Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik ...