Seseorang dengan autisme memiliki kesulitan dalam pembelajaran yang melibatkan aktivasi sistem cermin neuron akan tetapi beberapa penelitian mendokumentasikan bahwa seseorang dengan autisme dapat menyelesaikan tugas sosial-emosional yang melibatkan proses deklaratif inferensial. Berawal dari hal tersebut penulis mengkaji keterlibatan antara autisme dan sistem cermin neuron pada pembelajaran PAI sebagai pendekatan, penanganan autisme yang menekankan imitasi sosial, komunikasi verbal dan non-verbal sehingga dapat membantu dalam mengembangkan pendekatan pedagogik PAI dan pengobatan yang tepat untuk autisme. Artikel ini merupakan literatur review dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dari kajian analisis faktor tersebut penulis menemukan lima aspek yang tepat untuk meningkatkan pembelajaran pendidikan agama Islam dengan pendekatan sistem cermin neuron yang dapat dikembangkan: (i) meningkatkan perkembangan intelektual dengan berinteraksi sosial, (ii) memotivasi dalam menghadirkan dan memberikan model seperti para nabi dan sahabat, (iii) penggunaan pembelajaran yang fleksibel dan selektif, (iv) mekanisme yang memungkinkan untuk pemetaan implisit dan belajar dari perilaku para nabi dan sahabat serta (v) Seseorang yang berperan sebagai mediator dan pembantu. Dari lima aspek tersebut model pembelajaran yang tepat digunakan adalah Early Start Denver (ESD).ÂÂ
Copyrights © 2019