Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi setelah lahiryang mengandung nutrisi paling lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASIjuga memiliki manfaat dalam mencegah terjadinya infeksi pada bayi. Namun, pemberian ASIEksklusif masih terbilang rendah. Rendahnya cakupan menyusui dipengaruhi oleh banyakfaktor, baik internal maupun eksternal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ibu yang tidak berhasilmemberikan ASI Eksklusif.Metode : Penelitian kualitatif menggunakan metode wawancara semistruktur denganpendekatan fenomenologi. Wawancara dilakukan kepada 5 orang partisipan yang memilikianak usia 6-12 bulan di Wilayah UPK Puskesmas Parit Haji Husein 2. Sampel diambilmenggunakan purposive sampling (variasi maksimal). Pernyataan peserta dicatat denganmenggunakan perekam suara, dan kemudian ditranskipkan, dikodekan, ditafsirkan, dandikategorikan, sehingga dapat membentuk tema.Hasil : Hasil penelitian ini di dapatkan lima tema, yaitu pengetahuan mengenai ASIEksklusif, faktor yang menghambat keberhasilan ASI Eksklusif, peran tenaga kesehatan, carayang dilakukan ibu untuk menambah produksi ASI dan makanan yang diberikan ibu untukMPASI dini.Kesimpulan : Ketidakberhasilan pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh banyak faktoryaitu pengetahuan ibu yang kurang, terjadinya rawat pisah, rendahnya frekuensi menyusui langsung, terjadinya sindrom ASI kurang, pemberian susu formula sebelum ASI, pemberianMPASI dini dan penggunaan KB.Kata Kunci : Ketidakberhasilan, ASI Eksklusif
Copyrights © 2019