Latar Belakang : Lanjut usia sangat rentan terhadap konsekuensi fisiologis dan psikologis dariimobilitas salah satunya ialah depresi. Depresi merupakan masalah kesehatan dan gangguanmental yang paling sering terjadi pada lansia akibat kegagalan dalam menghadapi perubahankehidupan.Tingginya angka depresi pada lansia, disebabkan regangannya kekerabatan antaralansia dan keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Sehingga diperlukannya suatu dukungansosial/emosional yang dapat meringankan beban seseorang atau sekelompok orang yangmenghadapi masalah yang dirasakan cukup berat.Tujuan :Mengetahui Hubungan Dukungan Sosial dengan Tingkat Depresi Pada Lansia di UPTPanti Sosial Tresna werdha Mulia Dharma Provinsi Kalimantan Barat.Metode : Penelitian ini analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional kuantitatif. Sampelpenelitian berjumlah 23 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuisoner dari Panduan Social Support Assessment(SSA) dan Geriatric Scale Depression Scale (GDS).Uji statistik yang digunakan uji Fisher. Hasil : Analisa univariat berdasarkan pada usia terbanyak adalah rentang usia 64-74 sebesar 16 orang (69,6%).Jenis kelamin yang terbanyak adalah laki-laki dengan jumlah 12 orang (52,2%).Lama dipanti yang terbanyak adalah 1-5 tahun sebesar 13 orang (56,6%). Dukungan social yangterbanyak adalah dukungan social tinggi sebesar 20 orang (87,0%).Tingkat depresi yangterbanyak adalah yang depresi ringan sebanyak 15 orang (65,2%).Uji bivariat uji statisticdukungan social dengan tingkat depresi didapatkan nilai p= 1.000 Kesimpulan : Tidak ada hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada lansia Kata Kunci :Dukungan Social, Lansia di Panti, Tingkat Depresi
Copyrights © 2015