This Author published in this journals
All Journal ProNers
Christina .
Universitas Kristen Maranatha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN GAYA PENGASUHAN ORANGTUA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN) DI SD KRISTEN KANAAN SUNGAI RAYA DALAM KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT ., CHRISTINA
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.849 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.12352

Abstract

Latar Belakang : Gaya pengasuhan orangtua merupakan cara perlakuan orangtua dalam mendidik anaknya.Ada tiga gaya pengasuhan yang diberikan orangtua kepada anaknya yaitu gaya pengasuhan secara otoriter,permisif dan otoritatif.. kemandirian anak merupakan suatu kemampuan anak dalam melakukan aktivitasnyatanpa menunggu pengarahan dari orangtuanya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya pengasuhan orangtua secara otoriter, permisif, dan otoritatif dengan kemandirian anak usia sekolah (6-12 tahun) di SD Kristen Kanaan SungaiRaya Dalam Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan desaindeskriptif analitik menurut pendekatannya menggunakan cross sectional, teknik sampling yang digunakanadalah stratified random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 159 orang. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase anak yang mandiri (62,9%) lebih tinggidibandingkan dengan anak yang kurang mandiri (37,1%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak adahubungan yang bermakna antara gaya pengasuhan secara otoriter, permisif dan otoritatif dengan kemandiriananak usia sekolah (6-12 tahun). Hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji statistik chi square dan diperolehp value masing-masing gaya pengasuhan adalah p=0,918 (p0,05) untuk gaya pengasuhan otoriter, p=0,720(p0,05) untuk gaya pengasuhan permisif, dan p=0,586 (p0,05) untuk gaya pengasuhan otoritatif. Kesimpulan : sebagian besar orangtua menerapkan gaya pengasuhan otoritatif (60,4%), dan anak yangmandiri lebih banyak dibandingkan anak yang kurang mandiri. Tidak ada hubungan yang bermakna antaragaya pengasuhan orangtua secara otoriter, permisif dan otoriter dengan kemandirian anak.Kata kunci     : gaya pengasuhan, kemandirian anak, usia sekolah
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI UPT PANTI SOSIAL TRESNAWERDHA MULIA DHARMA PROVINSI KALIMANTAN BARAT ., Christina
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.774 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.29441

Abstract

Latar Belakang : Lanjut usia sangat rentan terhadap konsekuensi fisiologis dan psikologis dariimobilitas salah satunya ialah depresi. Depresi merupakan masalah kesehatan dan gangguanmental yang paling sering terjadi pada lansia akibat kegagalan dalam menghadapi perubahankehidupan.Tingginya angka depresi pada lansia, disebabkan regangannya kekerabatan antaralansia dan keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Sehingga diperlukannya suatu dukungansosial/emosional yang dapat meringankan beban seseorang atau sekelompok orang yangmenghadapi masalah yang dirasakan cukup berat.Tujuan :Mengetahui Hubungan Dukungan Sosial dengan Tingkat Depresi Pada Lansia di UPTPanti Sosial Tresna werdha Mulia Dharma Provinsi Kalimantan Barat.Metode : Penelitian ini analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional kuantitatif. Sampelpenelitian berjumlah 23 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuisoner dari Panduan Social Support Assessment(SSA) dan Geriatric Scale Depression Scale (GDS).Uji statistik yang digunakan uji Fisher. Hasil : Analisa univariat berdasarkan pada usia terbanyak adalah rentang usia 64-74 sebesar 16 orang (69,6%).Jenis kelamin yang terbanyak adalah laki-laki dengan jumlah 12 orang (52,2%).Lama dipanti yang terbanyak adalah 1-5 tahun sebesar 13 orang (56,6%). Dukungan social yangterbanyak adalah dukungan social tinggi sebesar 20 orang (87,0%).Tingkat depresi yangterbanyak adalah yang depresi ringan sebanyak 15 orang (65,2%).Uji bivariat uji statisticdukungan social dengan tingkat depresi didapatkan nilai p= 1.000 Kesimpulan : Tidak ada hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada lansia Kata Kunci :Dukungan Social, Lansia di Panti, Tingkat Depresi