Mahasiswa S1 Filsafat Timur
Vol 1, No 1 (2013): E-Journal Filsafat

CARU PANGALANG SASIH DI DESA ADAT MENGWI KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG ( Kajian Filosofis Hindu )

SURATNI, NI MADE (Unknown)



Article Info

Publish Date
09 May 2013

Abstract

Kebudayaan Bali adalah sarana untuk menerapkan dan mewujudkan ajaran Hindu di Bali yang inti ajarannya adalah Sanatana Dharma yakni Satyam, Siwam, Sundaram artinya Bali dibangun dengan menegakkan kebenaran, kesucian yang dilandasi keharmonisan dan keindahan. Setiap kegiatan yang dilaksanakan sangat beragam jenis maupun bentuknya. Keragaman jenis dan bentuk upacara yadnya sesungguhnya merupakan penjabaran dari lima jenis pokok yadnya yang disebut Panca Yadnya (Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Rsi Yadnya, Manusa Yadnya dan Bhuta Yadnya), diantara upacara tersebut terdapat upacara caru pengalang sasih yang merupakan bagian dari upacara bhuta yadnya yang pelaksanaannya dilaksanakan setiap bulan sekali yaitu pada tilem dengan caru yang berbeda-beda.Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan tiga masalah yakni : 1) bagaimana bentuk caru pengalang sasih ? 2) Apa fungsi caru pengalang sasih? 3) Makna apa yang terkandung dalam caru pengalang sasih di Desa Adat Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Penelitian ini bertujuan : 1) Untuk mengetahui bentuk caru pengalang sasih. 2) Untuk mengetahui fungsi caru pengalang sasih. 3) Untuk memahami makna yang terkandung dalam caru pengalang sasih di Desa Adat Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.Teori yang digunakan untuk membedah permasalahan dalam penelitian ini yakni teori fungsional struktural untuk menganalisis tentang fungsi caru pengalang sasih, teori simbol untuk membedah makna yang terkandung dalam caru pengalang sasih dan teori religi untuk menganalisis tentang bentuk caru pengalang sasih.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil lokasi di Desa Adat Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Pengumpulan data dengan melakukan observasi langsung. Selain itu juga dilakukan wawancana mendalam, studi kepustakaan dan studi dokumen serta analisis data.Hasil penelitian ini dikemukakan yakni bentuk caru pengalang sasih menggunakan sarana yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, berasal dari binatang maupun dari unsur-unsur alam lainnya. Prosesi dalam penyembelihan binatang diawali dengan pengucapan mantra (saha). Saat mempersembahkan sesuai dengan etika mecaru saat sandikala dan tengah ai tepet. Ditinjau dari fungsinya caru pengalang sasih sebagai fungsi penyucian, fungsi nyomya bhuta kala dan fungsi religius. Sedangkan dari makna caru pengalang sasih bermakna persembahan, makna keharmonisan, makna etika, makna keseimbangan, makna penyupatan dan makna filosofis. Kata Kunci : Caru Pengalang Sasih

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

S1FIL

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Memuat jurnal hasil penelitian mahasiswa Strata 1(satu) Program Studi Filsafat Timur Fakultas Brahma Widya IHDN ...