Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian

Karakteristik Ekstrudat Beberapa Varietas Jagung Dengan Penambahan Akuades

B.A.S. Santosa (Unknown)
nFN Sudaryono (Unknown)
Sri Widowati (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Mar 2019

Abstract

Teknologi ekstrusi dapat digunakan pada beberapa komoditas dan atau campurannya, begitu pula pada komoditas jagung. Namun demikian pengaruh varietas jagung dan penambahan air pada teknologi ekstrusi terhadap mutu dari ekstrudat belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bahan baku jagung dan ekstrudat yang dihasilkan. Penelitian disusun dalam rancangan petak terpisah (split plot design). Petak utama adalah varietas jagung Bima, Pioner, Bisma dan Lamuru dan sebagai anak petak adalah penambahan akuades terhadap bahan baku jagung yaitu 0%, 5%, 10% dan 15%. Pengamatan dilakukan pada bahan baku dan ekstrudat jagung, yang meliputi, sifat fisik, fungsional, kimiawi dan amilografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke empat varietas jagung yang dicoba dapat diolah dengan teknologi ekstrusi dan berhasil didapatkan produk ekstrudat yang mempunyai sifat-sifat fisik, fungsional dan kimiawi yang berbeda, kecuali sifat amilografinya. Ekstrudat yang dihasilkan dari ke empat varietas tersebut memiliki karakteristik relatif baik, dengan urutan sebagai berikut: Bisma, Lamuru, Pioner dan Bima. Penambahan akuades 5% pada ke empat varitas jagung menghasilkan ekstrudat dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi penambahan akuades yang lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi data, kualitas dan karakteristik ekstrudat jagung, guna pengembangan ekstrudat jagung dan campurannya.

Copyrights © 2006






Journal Info

Abbrev

J.Pascapanen

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian (J.Pascapanen) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian pascapanen pertanian. Jurnal ini diterbitkan secara periodik dua kali dalam setahun oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan ...