KURVA S JURNAL MAHASISWA
Vol 1, No 1 (2018)

PERBANDINGAN DESAIN ALTERNATIF PONDASI DALAM PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN FLY OVER SIMPANG AIR HITAM KOTA SAMARINDA

SAPUTRA, TAUFAN HARY (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Feb 2019

Abstract

Pondasi adalah bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi meletakkan bangunan dan meneruskan beban bangunan atas (upper structure/super structure) ke dasar tanah yang cukup kuat mendukungnya (Gunawan, 1983). Fungsi pondasi yaitu sebagai kaki bangunan atau alas bangunan, sebagai penahan bangunan dan meneruskan beban dari atas ke dasar tanah yang cukup kuat, sebagai penjaga agar kedudukan bangunan tetap stabil (tetap). Pondasi yang dijadikan alternatif adalah pondasi dalam, yaitu pondasi tiang pancang beton spun pile dan pondasi bored pile. Metode perhitungan untuk menganalisis daya dukung pondasi tiang pancang beton spun pile menggunakan metode meyerhoff dan o’neil & reese sedangkan untuk pondasi bored pile menggunakan metode meyerhoff dan schertmann, namun perlu dipertimbangkan metode mana yang lebih memenuhi, untuk itu perlu dilakukan analisis daya dukung dari beberapa metode berdasarkan data geoteknik dengan menggunakan data sondir dan data N-SPT sehingga didapatkan hasil yang lebih realistis. Berdasarkan data sondir 1 diperoleh hasil tiang pancang spun pile metode meyerhoff Qu = 958,575 KN sementara SPT = 444,608 KN. Untuk pondasi bored pile metode meyerhoff Qu = 3189,66 KN sementara SPT = 5359,51 KN. Berdasrkan analisa biaya didapat pondasi tiang pancang beton spun pile memerlukan anggaran sebesar Rp.1.384.737.203,80 sedangkan pondasi bored pile sebesar Rp. 1.096.925.395,54. Apabila pondasi ditinjau dari segi biaya maka pondasi jenis,bored pile lebih ekonomis bila digunakan

Copyrights © 2018