Kota Samarinda adalah Ibu Kota Propinsi Kalimantan Timur yang merupakan daerah perkotaan padat penduduk dan menjadi pusat pemerintahan serta pusat perekonomian daerah. Seperti kota besar lainnya. Hal ini menyebabkan banyak resapan yang berubah fungsinya. Secara tidak langsung daerah resapan air memegang peran penting sebagai pengendali banjir. Fenomena kejadian banjir di Kota Samarinda ini tidak hanya terjadi pada saat musim penghujan namun pada saat hujan dengan durasi 3 jam saja sudah dapat mengakibatkan banjir. Berbagai upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kota ternyata belum optimal dalam mengatasi masalah banjir. Salah satu daerah rawan banjir di Kota Samarinda adalah kawasan Jalan Gunung Merbabu Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. Besar kapasitas daya tampung saluran drainase existing, saluran 1 = 2.138 m3 / detik, Saluran 2 = 0,814 m3 / detik, Saluran 3 = 0,036 m3 / detik, Saluran 4 = 0,771 m3 / detik, Saluran 5 = 0,391 m3 / detik, Saluran 6 = 0,419 m3 / detik, Saluran 7 = 0,202 m3 / detik, Saluran 8 = 0,254 m3 / detik, Saluran 9 = 0,149 m3 / detik, Saluran 10 = 0,505 m3 / detik, Saluran 11 = 0,103 m3 / detik, Saluran 12 = 0,361 m3 / detik, Saluran 13 = 0,067 m3 / detik, Saluran 14 = 0,385 m3 / detik. Besar debit banjir rancangan kala ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun, Kala Ulang 2 tahun (2020) = 0,963 m3 / detik, Kala Ulang 5 tahun (2023) = 1,062 m3 / detik, Kala Ulang 10 tahun (2028) = 1,127 m3 / detik, Kala Ulang 25 (2043) = 1,209 m3 / detik. Besar kapasitas saluran drainase yang mampu menampung debit banjir kala ulang 10 tahun, Saluran Terbuka (Trapesium), Lebar Atas Saluran (T) : 1,70 m, Lebar Bawah Saluran (B) : 1,50 m, Tinggi Saluran (H) : 1,50 m, Tinggi Saluran penampang basah(h) : 0,60 m, Tinggi Jagaan (w) : 0,90 m, Kemiringan Penampang Saluran (m) : 0,167 m
Copyrights © 2018