KURVA S JURNAL MAHASISWA
Vol 1, No 1 (2018)

PERENCANAAN GEDUNG PAGELARAN SENI BUDAYA KALIMANTAN TIMUR

MAHARANI, YULIA RATISTA (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Feb 2019

Abstract

Di Kalimantan Timur terdapat beberapa suku – suku dayak yaitu Kenyah, Modang, Kayan, Benuaq, Tunjung, Bahau, dan Punan yang sebagian besar tinggal di pedalaman, perbatasan hingga pegunungan. Masing – masing suku memiliki banyak perbedaan, baik dari segi bahasa, gaya hidup, tradisi dan keseniannya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada bangunan yang ada menjadi latar belakang dari perencanaan Gedung Pagelaran Seni Budaya Kalimantan Timur dengan penekanan Arsitektur Tradisional, yaitu fasilitas gedung yang kurang memadai sehingga berpenganruh pada kenyamanan para pengguna gedung. Oleh karena itu, dibutuhkan wadah yang ideal untuk pertunjukan seni tradisional dengan merancang gedung pertunjukan yang mengacu kepada pagelaran seni tradisonal. Gedung pertunjukan dirancang lebih specifik yakni untuk pertunjukan dengan jenis drama musikal, tari—tarian, teater gerak, teater dramatik dan teatrikalisasi puisi dengan orang sebagai lakon.Dalam proses kegiatan ini, batasan permasalahan hanya terbatas pada dalam merencanakan sebuah bangunan yang dimana bangunan tersebut tetap mempertahankan atau tetap bisa memperlihatkan kegiatan pengguna dalam melakukan proses pertujukkan hingga menjadi pertunjukkan yang diminati masyarakat. Serta memadukan keindahan estetika bentuk bangunan yang Tradisional untuk menampilkan ciri khas budaya dari Kalimantan Timur. Tujuan dari perencanaan ini adalah Merencanakan sebuah bangunan yang nyaman bagi para pengunjung maupun peseni (seniman) sebagai tempat proses pertunjukkan dan memamerkan kesenian. Serta bisa dijadikan sebagai tempat wisata dan sarana edukasi di Kalimantan Timur serta mendesain Gedung Pagelaran Seni Budaya yang berarsitektur Tradisional dengan kondisi dan budaya lokal masyarakat setempat pada saat sekarang yaitu budaya masyarakat Samarinda-Kaltim, Kutai dan Dayak. Metode penelitan yang dilakukan pada perencanaan ini adalah pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara obeservasi lapangan dan melakukan studi banding sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara studi literatur dan studi internet terkait dengan bangunan yang direncanakan. Penilitian ini dilakukan sehingga dapat menunjukkan citra pada bangunan maupun produk yang ditawarkan. Agar dapat dengan mudah diterima masyarakat, maka harus memenuhi beberapa ketentuan, yaitu mempunyai ciri khas tersendiri agar tidak dicontoh oleh pihak lain, bentuknya bangunan yang mudah diingat oleh masyarakat, serta mudah dipublikasikan untuk keperluankonsumen. Untuk Gedung Pagelaran Seni Budaya Kalimantan Timur ini didapat hasil desain yang serasi dengan lingkungan sekitar dan dapat menarik perhatian dan minat pengunjung.

Copyrights © 2018