Indonesia terletak didaerah rawan gempa, sehingga perlu direncanakan struktur bangunan tahan gempa. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan hasil gaya dalam dari Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) kondisi elastis dan kondisi plastis. Penelitian ini mengacu pada ATC-40 dan SNI-1726:2012. Beban gempa kondisi elastis meliputi statik ekivalen dan respons spektrum dengan program ETABS, sedangkan untuk kondisi plastis meliputi analisa pushover dengan program ETABS. Peneletian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi sendi plastis, perbandingan hasil gaya dalam dan mengetahui pola keruntuhan. Hasil penelitian menunjukkan sendi-sendi plastis terjadi pada elemen balok baru kemudian elemen kolom, nilai gaya dalam dengan perbedaan tidak signifkan pada nilai momen, gaya geser dan torsi, sedangkan untuk gaya aksial perbedaan nilai terlihat signifikan. Level kinerja struktur masuk kriteria Immediate Occupancy yang berarti terjadi kerusakan kecil pada struktural dan bangunan dapat segera digunakan kembali
Copyrights © 2018