AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
Vol 8, No 2 (2018)

Industrialisasi Dan Berkembangnya Kota Malang Pada Awal Abad ke-20

Winin Maulidya Saffanah (IKIP Budi Utomo Malang)



Article Info

Publish Date
20 Jul 2018

Abstract

Kehadiran Kota Malang sebagai Kotapraja pada tahun 1914 tidak dapat dilepaskan dari industrialisasi yang terjadi di kota tersebut pada awal abad ke-20. Kehadiran dua pabrik gula yaitu Kebon Agung dan Krebet Baru pada dekade 1900-an telah mendorong pertumbuhan Kota Malang dengan infrastruktur yang cukup memadai dan penduduk yang cukup padat. Pada dekade 1930-an, industri gula ini diganti dengan industri rokok sebagai salah satu penopang perkembangan kota Malang. Salah satu penyebab dari berdirinya pabrik-pabrik ini adalah diterbitkannya Undang-undang Gula dan Undang-undang Agraria pada tahun 1870. Kedua undang-undang ini menyebabkan wilayah Malang yang berada di dekat gunung dan cukup subur dibanjiri oleh modal swasta yang mendirikan berbagai perkebunan. Wilayah yang kelak menjadi Kota Malang sendiri merupakan titik pengumpulan yang juga ditinggali oleh banyak pemilik perekebunan sehingga akhirnya dibentuk infrastruktur yang memadai. Diresmikannya Kota Malang pada 1914 sendiri sangat terpengaruh dengan berdirinya banyak perkebunan dan industrialisasi ini. Kebutuhan akan infrastruktur yang memadai serta transportasi yang lancar membuat Kota Malang akhirnya berkembang sangat pesat dan memiliki segala fasilitas pendukung yang memadai. Seiring berjalannya waktu, industri ini tetap menjadi salah satu tulang punggung yang mendorong perekembangan Kota Malang.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

JA

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Social Sciences

Description

Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share ...