Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan peran pendidikan Islam. Setelah dilakukan penelitian hasilnya membuktikan bahwa ilmu tanpa spritualitas kering, spritualitas tanpa ilmu hambar. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Mohd Aderi Che Noh, Khadijah Abdul Razak, Ahmad Yunus Kasim (2015) dan Agus Setiawan (2016), yang menyatakan bahwa Pendidikan Islam memberikan pesan bahwa spiritualisasi dan nilai-nilai agama tidak bisa dipisahkan dari pendidikan karakter. Pernyataan tersebut membantah argumen yang dikemukakan oleh Syihabudin dan Aam Abdussalam (2015), yang berpandangan bahwa segala kesempurnaan dan tujuan dalam edukasi tidak dapat digapai apabila seorang muslim tidak dididik dengan metode ilmiah, metode ijtihad, keterampilan berfikir kritis, pengembangan nilai-nilai demokrasi dan nilai-nilai universal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber utama penelitian ini adalah karya M. Nasir Budiman, Guru besar ilmu pendidikan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan sejak tahun 2015, yang berjudul Ideologi Pendidikan Qur’ani: Gagasan dan Tawaran dan Pendidikan dalam Perspektif Islam. Selain kajian terhadap karya dimaksud, teknik pengumpulan data juga dilakukan dengan wawancara. filosofis yang digunakan untuk membaca karya M. Nasir Budiman adalah metode Hermeneutik versi Gadamer, diklasifikasikan tiga klaster yaitu: vorhobe (pendidikan dan agama), vorsichit (sudut pandang tertentu tentang teks tersebut) dan vorgriff (konsep-konsep yang ada dikepala penafsir atau pembaca).Kata Kunci: Ilmu, Agama, Pemikiran Pendidikan, M. Nasir Budiman
Copyrights © 2019