Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebudayaan terhadap desai suatu website dan mengetahui budaya apakah yang berkembang di daerah tersebut melalui desai websitenya. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Variabel yang digunakan ada 5, sesuai dengan Teori Hofstede, yaitu Power Distance (Jarak Kekuasaan), Indivialism vs Collectivism (Individualisme vs Kolektivisme), Masculinity vs Femininity (Maskulinitas vs Feminitas), Uncertainty Avoidance (Penghindaran terhadap Ketidakpastian), dan Long Term Orientation vs Short Term Normative (Orientasi Jangka Panjang vs Orientasi Normatif Jangka Pendek. Penelitian ini membandingkan tiga website yang berasal dari tiga negara yang berbeda, bahkan benua yang berbeda. Hasilnya terdapat perbedaan desain website yang dipengaruhi oleh budayanya.
Copyrights © 2015