Pakan di dalam budidaya lele menjadi faktor utama yang mempengaruhi hasil dan produksi petani lele. Dominasi pelet sebagai pakan satu-satunya pakan yang diberikan petani lele menjadikan produksi hasil panen petani lele sangat labil. Hal ini disebabkan biaya produksi budidaya lele paling banyak terdapat pada berapa banyak pakan pelet yang dikonsumsi oleh ikan lele. Biaya produksi yang tinggi menyebabkan petani lele di desa Wonoayu mengalami kerugian. Semakin banyak kolam lele maka akan semakin banyak bibit ikan lele yang ditebar sehingga menuntut pakan yang lebih banyak pula. Semakin banyak pakan yang dikelurkan maka semakin banyak pula biaya produksi petani. Di samping itu masalah petani lele di desa Wonoayu lainnya adalah resiko kematian bibit ikan lele pada saat penebaran awal sehingga ikut mempengaruhi hasil akhir pada saat panen. Mengurangi kematian lele dan ketergantungan dari pelet akan menurunkan biaya produksi untuk membeli pelet. Pakan alternatif ikan lele menjadi salah satu solusi dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi petani lele di desa Wonoayu. Kekurangtahuan informasi dan teknologi pembuatan pakan lele mendorong peneliti untuk melakukan transfer teknologi pakan alternatif dari tanaman yaitu ubi jalar yang dikombinasikan dengan probiotik yang menjadi pakan probiotik ubi jalar (pobijar). Tujuan dan target luaran pengabdian ini adalah; (1) penyuluhan dan pembuatan pakan organik probiotik ubi jalar “pobijar”; (2) menurunkan biaya produksi pakan lele melalui pakan organik probiotik ubi jalar; (3) mengurangi kegagalan dalam budidaya ikan lele; (4) meningkatkan hasil produksi panen ikan lele; (5) meningkatkan pendapatan ekonomi petani lele. Metode yang digunakan dalam IbM adalah menggunakan pendekatan penyuluhan dan workshop pembuatan pakan organik probiotik ubi jalar “pobijar” serta aplikasi langsung pada kolam ikan lele sebanyak 2 kolam milik ketua kelompok petani lele Jaya I dan 2 kolam milik ketua kelompok petani Lele Jaya II di Desa Wonoayu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. IbM dilaksanakan selama 12 bulan dengan rencana kegiatan dan prosedur kerja sebagai berikut; (1) pembuatan sampel probiotik dan pakan organik probiotik ubi jalar; (2) penyuluhan cara menghadapi permasalahan-permasalahan dalam budidaya ikan lele (3) workshop pembuatan probiotik (4) workshop pembuatan pakan “pobijar (5) aplikasi pakan organik probiotik ubi jalar “pobijar” pada kolam ikan lele sebagai percontohan (6) monitoring dan evaluasi di setiap kelompok tani. Hasil dari pengabdian ini adalah petani dapat membuat pakan alternatif yaitu pakan probiotik ubi jalar (pobijar) dan menyediakan stok secagai cadangan pakan selama proses pembesaran lele. Penggunaan pakan probiotik ubi jalar dapat mengurangi jumlah kematian dan mengurangi biaya produksi sehingga meningkatkan hasil panen.
Copyrights © 2018