Shautut Tarbiyah
Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan

Organisasi Pembelajar dan Manajemen Pengetahuan

Soeharno Soeharno (Universitas Negeri Jakarta)
Anco Anco (Universitas Negeri Jakarta)



Article Info

Publish Date
10 Nov 2019

Abstract

Pengelolaan lembaga kontemporer dihadapkan pada isu-isu global, tidak lagi pada isu-isu lokal, apalagi sektoral. Konservatisme dalam mengelola organisasi harus rela ditinggalkan kemudian beralih pada praktik berorganisasi yang lebih fleksibel. Tidak ada yang tidak berubah, melainkan perubahan itu sendiri. Slogan ini menjadi lonceng bagi organisasi untuk tidak berada pada posisi stagnan, tetapi harus terus bergerak mengikuti arus perubahan. Teknologi big bang telah merubah wajah dunia dalam hitungan yang sangat cepat, bahkan oleh lembaga-lembaga yang low respons, dianggap sebagai kejadian yang tidak terkirakan. Namun demikian, beberapa lembaga menganggap peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang positif sehingga menjadi momentum untuk belajar, bahkan belajar secara berkelanjutan. Dibutuhkan pemimpin yang terbuka, memimpin proses pembelajaran organisasi, sehingga seluruh level organisasi mengalami pemerataan pengetahuan. Dengan demikian, organisasi memiliki kesiapan untuk menghadapi segala kondisi. Tidak hanya mengandalkan pemberian pengetahuan, tetapi juga menciptkan iklim yang mendorong seluruh anggota organsasi untuk terus-menerus mengembangkan pengetahuan dan melakukan inovasi. Organisasi akhirnya memiliki tumpukan pengetahuan sebagai bahan mentah yang dapat dikelola untuk menghasilkan pengetahuan baru. Secara internal, pengetahuan yang dimiliki organisasi akan membantu dalam mempertahankan eksistensi organisasi, meramalkan kejadian-kejadian di masa mendatang, menyiapkan langkah-langkah antisipatif.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

shautut-tarbiyah

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan ...