Formasi Keutapang merupakan formasi batuan pembawa migas yang produktif di Cekungan SumateraUtara. Namun, seringkali terdapat hal yang menghambat proses pemboran minyak bumi. Permasalahanyang sering ditemukan dalam kasus pemboran minyak bumi adalah penurunan laju pemboran. Kuat tekanbatuan merupakan faktor yang penting dalam menentukan laju suatu pemboran. Kuat tekan batuan sangatberpengaruh terhadap besarnya nilai porositas, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubunganantara porositas dengan kekuatan batuan (UCS) yang dikhususkan pada Formasi Keutapang bagian atas.Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif penelitian dilakukanberdasarkan pengamatan grafik log yang terekam pada setiap sumur, sedangkan metode kuantitatifdilakukan dengan mengukur dan menghitung parameter-parameter litologi, porositas, kuat tekan batuan.Hubungan antara porositas dan kuat tekan batuan (UCS) kemudian diuji dengan Uji Korelasi, laludilakukan Uji Regresi untuk mengetahui nilai pengaruh antar keduanya. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Formasi Keutapang bagian atas tersusun atas perselingan batulanau, batulempung, dan batupasiryang dicirikan dengan pola Log Gamma Ray bergerigi. Porositas yang berkembang di daerah penelitianberupa porositas intergranular dengan nilai 0,25-0,50 untuk batupasir, 0,14-0,30 untuk batulanau, dan0,06-0,35 untuk batulempung. Kekuatan batuan yang terdapat di daerah penelitian berkisar antara 15,62-50,5 MPa untuk batupasir, 27-54,4 MPa untuk batulanau, dan 10,81-27 MPa untuk batulempung.Berdasarkan Uji Korelasi ditarik kesimpulan bahwa hubungan porositas dengan kuat tekan batuan padaFormasi Keutapang Atas berhubungan negatif dengan tingkat korelasi sempurna, sedangkan hasil UjiRegresi menunjukkan dua variable saling berpengaruh negatif. Secara geologi, dapat ditafsirkan bahwasemakin besar nilai porositas, maka semakin kecil nilai kuat tekan batuan begitupun sebaliknya.Kata Kunci : Formasi Keutapang Atas, Litologi, Porositas, Kuat Tekan, Uji Korelasi Regresi
Copyrights © 2018