Pembelajaran matematika dikelas masih banyak yang menekankan pemahaman siswa tanpa melibatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Siswa tidak diberi kesempatan menemukan jawaban ataupun cara yang berbeda yang sudah diajarkan guru. Dengan demikian siswa tidak dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di SMP Kanisius Kalasan, guru masih menggunakan metode konvensional, pembelajaran masih berpusat pada guru dan belum menerapkan metode atau strategi lain dalam proses pembelajaran. Dari observasi pada siswa terlihat dalam proses pembelajaran siswa kurang memperhatikan guru ketika guru menjelaskan, sehingga siswa tidak memahami dengan baik skema konsep yang diberikan dan ketika mengerjakan soal yang diberikan oleh guru, siswa cenderung hanya dapat mengerjakan soal yang sama dengan contoh yang diberikan sebelumnya oleh guru. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa ditinjau dari aspek berpikir kritis matematis siswa kelas 7B SMP Kanisius Kalasan pada materi keliling segitiga. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini berdasarkan indikator kemampuan pemecahan masalah menurut NCTM untuk materi keliling segitiga diperoleh hasil terdapat 14 siswa yang memenuhi 4 dari 5 indikator dan terdapat 8 siswa yang memenuhi 3 dari 5 indikator.
Copyrights © 2019