Mengarahkan demokrasi Pancasila idealnya di dahulu oleh posisi intelektual kita dalam memahami Pancasila. Apakah kita seorang reduksioanis (partikularis), naturalis (ilmu alam untuk menjustifikasi ilmu sosial atau normatifis (setia pada cita-cita ideal). Posisi intelektual tulisan mencoba memberi bingkai dan mentransendensikan modal lima sila ke arah cita-cita ideal Pancasila. Meski banyak variabel, tulisan ini akan fokus kepada tantangan pemahaman relasi bunyi sila 4 dan sila 5 untuk dapat memenuhi harapan judul diatas. Tantangan masa depan demokrasi Pancasila adalah memperkuat pemahaman (tafsir) kedalam (teoritik) dan menjelaskan probem-problemnya (explanasi) secara akurat (aplikatif).
Copyrights © 2019