Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 2, No 1 (2019)

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS NARASI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Firdha Khairunnisa (Sriwijaya University)



Article Info

Publish Date
27 Jan 2020

Abstract

Kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini adalah kurikulum 2013 atau yang sering dikenal dengan K13. Dalam implementasinya, pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan pendekatan berbasis teks. Hal tersebut berarti bahwa setiap materi, peserta didik dihadapkan dengan berbagai teks. Tujuan akhir dalam setiap materi baik berupa teks nonsastra ataupun teks sastra adalah peserta didik dapat mencipta atau menyampaikan gagasan melalui tulisan. Problem utama pembelajaran menulis teks narasi ini datang dari diri guru dan peserta didik. Guru yang tidak menaruh perhatian penting pada pembelajaran menulis akan berpengaruh pada minat peserta didik. Peserta didik merasa bahwa pembelajaran menulis sangatlah menakutkan sehingga mereka tidak tahu kapan harus memulai, dan bagaimana cara memulai. Kebanyakan guru hanya memberikan tugas menulis tanpa memberi pembinaan secara intens, padahal menulis membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Faktor lainnya adalah peserta didik yang tidak memiliki kebiasaan membaca sehingga tidak memiliki kreativitas untuk menulis. Selain itu, pesreta didik yang tidak gemar membaca, tidak memiliki banyak kosa kota untuk menyampaikan ide. Untuk mengatasi berbagai problem tersebut, solusi yang dapat ditawarakan diantaranya: (1) peserta didik perlu diberi banyak latihan dan pembinaan, (2) guru menyiapkan porsi waktu yang lebih baik untuk melihat hasil karangan peserta didik untuk memberitahukan kekurangan-kekurangan agar dapat diperbaiki, (3) membiasakan peserta didik untuk membaca dengan memfasilitasinya. 

Copyrights © 2019