Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis pelanggaran prinsip kerja sama yang terjadi dalam percakapan mahasiswa Thailand di IAIN Surakarta. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan tujuan-tujuan tertentu dari setiap pelanggaran prinsip kerja sama yang terjadi dalam percakapan mahasiswa Thailand di IAIN Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peristiwa tutur yang terjadi pada percakapan mahasiswa Thailand. Objek penelitian ini adalah data yang mengandung bentuk pelanggaran dalam. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data menggunakan teknik simak berpartisipasi dan teknik catat. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dengan langkah transkrip data dan klasifikasi data. Analisis data model interaktif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga kesimpulan. Pertama, bentuk pelanggaran prinsip kerja sama yang terjadi dalam percakapan mahasiswa Thailand di IAIN Surakarta yang terdiri atas empat maksim tunggal, yaitu (1) maksim kuantitas, (2) maksim kualitas, (3) maksim relevansi, dan (4) maksim cara/ pelaksanaan. Kedua, yaitu tiga tujuan dari pelanggaran prinsip kerja sama, yaitu (1) tujuan representatif (berupa: memberikan informasi/ memberi penjelasan, memastikan, menyatakan harapan, dan menegaskan); (2) tujuan direktif (berupa: menyindir, mengejek, memberikan saran, dan mengkritik/ protes); dan (3) tujuan ekspresif (berupa: berbohong, menyombongkan diri, menyatakan tidak suka, menyatakan prihatin, merayu/ menggoda, memuji, bingung, dan menciptakan humor). Pelanggaran prinsip kerja sama dapat dijadikan sebagai bahan ajar kelas berbicara BIPA IAIN Surakarta yakni mahaisswa Thailand dalam bertutur harus mematuhi maksim-maksim yang ada pada prinsip keja sama agar komunikasi dapat berjalan secara lancar.
Copyrights © 2019