Biaya merupakan salah satu aspek penting yang tidak terpisahkan dalam pembangunan suatu bangunan konstruksi. Selama siklus bangunan yakni mulai dari tahap perencanaan hingga operasional bangunan semua berkaitan erat dengan komponen biaya. Salah satu komponen yang penting dalam biaya siklus suatu bangunan adalah biaya energi. Bila tidak direncanakan dengan baik maka dapat menghasilkan biaya energi yang tinggi dan boros pada operasional gedung. Objek penelitian ini adalah Hotel GoldVitel Surabaya. Luas bangunan sebesar 600 m2 (per lantai) yang mempunyai 20 lantai dengan total kamar sebanyak 136 kamar serta luas total dengan sistem pendingin sebesar 3463,58 m2. Pada desain awal, hotel ini mempunyai gabungan sistem pendingin yakni Non-VRV dan VRV. Alternatif 1 memfokuskan pada ruangan dengan sistem pendingin Non-VRV sedangkan alternatif 2 menggunakan ruangan yang sama pada alternatif 1 namun dengan sistem pendingin VRV. Oleh sebab itu, diperlukan analisis Life Cycle Cost (LCC) untuk mendapatkan biaya yang paling efektif dari alternatif yang tersedia. Hasil penelitian yang telah diperoleh yaitu jumlah annual value LCC alternatif 1 dan 2 masing-masing sebesar Rp 7.220.488/tahun/m2 dan Rp 5.444.100/tahun/m2
Copyrights © 2018