Kota Surabaya merupakan kota dengan jumlah penduduk tertinggi kedua di Indonesia. Jumlah penduduk yang terus bertambah mengakibatkan beberapa dampak salah satunya kebutuhan air meningkat. Dengan kebutuhan air yang meningkat maka ada kemungkinan pengambilan air dari sumber air secara besar-besaran sehingga dibutuhkan suatu usaha konservasi air. Menurut Green Building Council Indonesia (2013), salah satu tindakan konservasi air adalah menggunakan sumber air alternatif. Penelitian ini memfokuskan pada bangunan hotel X di Kota Surabaya untuk dianalisis sumber air alternatifnya. Hotel tersebut memiliki 2 (dua) sumber air alternatif yaitu air hujan dan air limbah yang diolah. Kedua sumber air alternatif tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air pada Hotel X. Volume air hujan dihitung dengan menggunakan analisis hidrologi dan didapatkan hasil bahwa air hujan dapat memenuhi kebutuhan air pada hotel yang meliputi pengairan taman, cuci tangan dan lavatori pada hotel X. Sedangkan volume air limbah dihitung didapatkan bahwa volume air limbah pada hotel X lebih banyak dibandingkan dengan volume air hujan sehingga air limbah yang diolah dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air pada hotel X lebih banyak dibandingkan dengan air hujan
Copyrights © 2018