Abstrak. Dalam perspektif feminisme, novel Dadaisme karya Dewi Sartika (2004) menggugat dominasi lelaki sebagai kelas satu masyarakat maupun lelaki dalam dunia fiksi. Dari sudut pandang semua feminisme (liberal, radikal, marxist, sosialis), Dadaisme tetap sanggup menunjukkan gugatan dan perlawanannya terhadap dominasi lelaki dalam kanon sastra maupun dalam kehidupan konkret di masyarakat. Penolakan tersebut berwujud keberanian wanita untuk: pertama, berselingkuh membalas selingkuh kaum pria; kedua, menolak pernikahan; ketiga, menolak dijadikan benda pelunas hutang. Tindakan penolakan pertama bernilai negatif (melemahkan perlawanan), sedang tindakan kedua dan ketiga positif (memperkokoh perlawanan). Kata kunci: kritik sastra feminis, patriarki, dominasi, subordinasi
Copyrights © 2012