Pembentukan ASEAN pada masa lalu tentunya didasari semangat positif dari negara-negara anggota. Para pemimpin negara pada waktu itu memiliki kesamaan pikiran, rasa, dan tujuan. Kesamaan-kesamaan tersebut yang menjadi pondasi untuk mendeklarasikan suatu organisasi di antara negara-negara yang ketika itu memiliki nasib dan kondisi yang relatif mirip sebagai negara-negara berkembang. Tujuan yang hendak dicapai tidak lain adalah memajukan perekonomian di antara seluruh negara anggota sehingga semuanya bisa mengalami kemajuan dan bergerak bersama. Semangat tersebut tentu harus diingat kembali, terutama oleh negara-negara yang sedang berada pada situasi yang tegang satu sama lain. Konflik dan keenganan untuk mencari solusi hanya akan menjadi penghambat bagi ASEAN untuk mencapai tujuan awalnya. Penelitian ini dilakukan dengan dua pendekatan (pendekatan konsep dan pendekatan kasus) yang kemudian menghasilkan kesimpulan bahwa Piagam ASEAN serta Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama harus diperkuat untuk menjaga situasi yang kondusif di ASEAN. Negara-negara ASEAN perlu duduk bersama untuk mendiskusikan kembali alasan utama serta relevansi ASEAN dewasa ini, terutama pasca implementasi ASEAN Economic Community 2015.
Copyrights © 2019