Salah saru pembangkit tenaga listrik yang dikembangkan ini adalah dengan berinovasi melalui bentuk dan jenis baling-baling. Pembangkit listrik tenaga angin ini menggunakan baling-baling tradisional yang di namakan dengan cengkirik Pada dasarnya, turbin angin dibuat berbentuk cengkirik ini di rancang untuk menangkap energi dari angin dengan kecepatan rendah yang selanjutnya diteruskan ke rotor yang berputar karena dorongan dari angin akibat dari kecepatan kendarraan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pendekatan secara teoritis dan eksperimental. terhadap turbin angin. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan rancangan blade cengkirik, tinggi ideal cengkirik ketika di posisikan sebagai penangkap angin pada median jalan raya, kemudian dilakukan pemilihan generator yang sesuai dengan kecepatan angin yang tersedia. Pembangkit Listrik Tenaga Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin bentuk cengkirik di dapat kecepatan angin akibat pergerakan kendaraan yang di ukur di median jalan antara 1,5 m/s s/d 5,7 m/s. Dengan luas penampang turbin 0.9 m3 di dapat hasil pengujian 3 nilai tertinggi sebesar 6,36 Watt dengan kecepatan angin 4,25 m/s, 7,24 Watt dengan kecepatan angin 4,30 m/s dan 6,32Watt dengan kecepatan angin 4,13 m/s. Hal ini dapat menjelaskan bahwa energi angin dari arus jalan raya, Jalan tol lingkar utara dan jalan tol lingkar selatan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik walau kecepatan angin tidak menentu. Kata kunci : Baling-baling, tenaga listrik, penerangan jalan
Copyrights © 2019