Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA DAN PERANCANGAN LIMBAH PLASTIK SAMPAH POLYETHYLENE TEREPHTHALATE UNTUK MENGHASILKAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF Jainal Arifin; Sobar Ihsan
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 1 (2018): EEICT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v1i1.1422

Abstract

Plastik adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau nilai ekonominya.Alternatif lain penanganan sampah plastik yang saat ini banyak diteliti dan dikembangkan adalah mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Cara ini hanya mengubah sampah plastik langsung menjadi plastik lagi. Dengan cara ini dua permasalahan penting bisa diatasi, yaitu bahaya menumpuknya sampah plastik dan diperolehnya kembali bahan bakar minyak yang merupakan salah satu baha baku plastik. Teknologi untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak yaitu dengan proses cracking (perekahan).Dari grafik dapat diketahui hasil pembakaran limbah plastik dengan suhu pemanasan 230oC dapat menghasilkan residu padat 3240 gram, suhu 250oC dapat menghasilkan 3192 gram, suhu 270oC dapat menghasilkan residu padat 2842 gram, suhu pemanasan 290oC dapat menghasilkan residu padat 2711 gram, dan suhu pemanasan 310oC dapat menghasilkan residu padat 2602 gram. Dari kedua grafik di atas dapat dilihat dan disimpulkan bahwa temperatur atau suhu sangat mempengaruhi produk yang dihasilkan karena apabila suhu makin tinggi nilai konstanta dekomposisi termal makin besar akibatnya laju destilasi bertambah dan konversi naik.
Rancangan dan Optimasi Listrik Penerangan Jalan Menggunakan Tenaga Cengkirik Gusti Rusydi Furqon Syahrillah; Sobar Ihsan; Akhmad Maulana
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 4, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.422 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v4i1.1979

Abstract

Salah saru pembangkit  tenaga listrik yang dikembangkan ini adalah dengan berinovasi melalui bentuk dan jenis baling-baling. Pembangkit listrik tenaga angin ini menggunakan baling-baling tradisional yang di namakan dengan cengkirik Pada dasarnya, turbin angin dibuat berbentuk cengkirik ini di rancang untuk menangkap energi dari angin dengan kecepatan rendah yang selanjutnya diteruskan ke rotor yang  berputar karena dorongan dari angin akibat dari kecepatan kendarraan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pendekatan secara teoritis  dan eksperimental. terhadap turbin angin. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan rancangan blade cengkirik, tinggi ideal cengkirik ketika di posisikan sebagai penangkap angin pada median jalan raya, kemudian dilakukan pemilihan generator yang sesuai dengan kecepatan angin yang tersedia. Pembangkit Listrik Tenaga Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin bentuk cengkirik  di dapat kecepatan angin akibat pergerakan kendaraan yang di ukur di median jalan antara 1,5 m/s s/d 5,7 m/s. Dengan luas penampang turbin 0.9 m3 di dapat hasil pengujian 3 nilai tertinggi sebesar 6,36 Watt dengan kecepatan angin 4,25 m/s, 7,24 Watt dengan kecepatan angin 4,30 m/s dan 6,32Watt dengan kecepatan angin 4,13  m/s. Hal ini dapat menjelaskan bahwa energi angin dari arus jalan raya, Jalan tol lingkar utara dan jalan tol lingkar selatan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik walau kecepatan angin tidak menentu. Kata kunci : Baling-baling, tenaga listrik,  penerangan jalan