Pembangkit listrik memiliki banyak peralatan yang sangat penting dan terinegrasi antara satu dengan yang lainnya. Salah satu peralatan tersebut yaitu generator. Oleh karena itu, harus dilindungi dengan baik oleh peralatan proteksi pada kasus ini menggunakan generator and intertie protection relays ?sel-700g?. Gangguan yang biasa terjadi salah satunya yaitu gangguan tegangan lebih pada keluaran generator. Dalam hal ini penulis melakukan perbandingan antara pengaturan generator and intertie protection relays ?sel-700g? yang digunakan pada generator unit 1 PLTA Ir. H. Juanda (PLTA Jatiluhur) dengan standar yang telah ditentukan oleh Schweitzer Engineering Laboratories selaku perusahaan pembuat alat proteksi tersebut dan juga standar IEC (International Electrotechnical Commission). Metode yang dipakai penulis dalam penelitian ini dengan metode dengan cara melakukan pengambilan data generator, data pembebanan serta data setting relay tegangan lebih, data yang diukur diambil dari MTU (Master Terminal Unit). Selanjutnya penulis membandingkan setting waktu yang dipakai oleh perusahaan dengan setting waktu berdasarkan perhitungan sesuai untuk mendapatkan waktu kerja relay. Berdasarkan spesifikasi dari Generator Sinkron, besar nilai tegangan maksimum untuk proteksi tegangan lebih pada kondisi beban nol adalah sebesar 102 V untuk mengaktifkan alarm dan 108 V untuk memutus sistem. Pada kondisi berbeban 108 V untuk mengaktifkan alarm dan 110 V untuk memutus sistem. Sedangkan untuk pengaturan yang direkomendasikan perusahaan adalah 105 V untuk kondisi beban penuh dan 110 V untuk kondisi tanpa beban. Perbedaan setting waktu yang dipakai perusahaan pada kondisi berbeban memiliki perbedaan dengan setting waktu yang dihitung berdasarkan persamaan invers untuk mengetahui waktu kerja relay. Waktu yang dibutuhkan relay untuk memberikan perintah alarm adalah 1 detik, hal tersebut sama dengan waktu setting relay yang dipakai oleh perusahaan. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk relay memberikan perintah tripping berdasarkan perhitungan adalah 1 detik. Namun besar setting yang dipakai oleh perusahaan adalah 0 detik, hal tersebut menunjukan perbedaan bahwa nilai perhitungan memberikan selang waktu selama 1 detik ketika terjadi tegangan lebih.
Copyrights © 2019