Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STUDI SISTEM PROTEKSI TEGANGAN LEBIH PADA GENERATOR UNIT 1 MENGGUNAKAN GENERATOR AND INTERTIE PROTECTION RELAYS “SEL-700G” DI PERUM JASA TIRTA II DIVISI PLTA Kurnia, Dadan
JURNAL KAJIAN TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2 (2019): JURNAL KAJIAN TEKNIK ELEKTRO Vol.4 No.2 (September - Februari ) 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.37 KB)

Abstract

Pembangkit listrik memiliki banyak peralatan yang sangat penting dan terinegrasi antara satu dengan yang lainnya. Salah satu peralatan tersebut yaitu generator. Oleh karena itu, harus dilindungi dengan baik oleh peralatan proteksi pada kasus ini menggunakan generator and intertie protection relays ?sel-700g?. Gangguan yang biasa terjadi salah satunya yaitu gangguan tegangan lebih pada keluaran generator. Dalam hal ini penulis melakukan perbandingan antara pengaturan generator and intertie protection relays ?sel-700g? yang digunakan pada generator unit 1 PLTA Ir. H. Juanda (PLTA Jatiluhur) dengan standar yang telah ditentukan oleh Schweitzer Engineering Laboratories selaku perusahaan pembuat alat proteksi tersebut dan juga standar IEC (International Electrotechnical Commission). Metode yang dipakai penulis dalam penelitian ini dengan metode dengan cara melakukan pengambilan data generator, data pembebanan serta data setting relay tegangan lebih, data yang diukur diambil dari MTU (Master Terminal Unit). Selanjutnya penulis membandingkan setting waktu yang dipakai oleh perusahaan dengan setting waktu berdasarkan perhitungan sesuai untuk mendapatkan waktu kerja relay. Berdasarkan spesifikasi dari Generator Sinkron, besar nilai tegangan maksimum untuk proteksi tegangan lebih pada kondisi beban nol adalah sebesar 102 V untuk mengaktifkan alarm  dan 108 V untuk memutus sistem. Pada kondisi berbeban 108 V untuk mengaktifkan alarm dan 110 V untuk memutus sistem. Sedangkan untuk pengaturan yang direkomendasikan perusahaan adalah 105 V untuk kondisi beban penuh dan 110 V untuk kondisi tanpa beban. Perbedaan setting waktu yang dipakai perusahaan pada kondisi berbeban memiliki perbedaan dengan setting waktu yang dihitung berdasarkan persamaan invers untuk mengetahui waktu kerja relay. Waktu yang dibutuhkan relay untuk memberikan perintah alarm adalah 1 detik, hal tersebut sama dengan waktu setting relay yang dipakai oleh perusahaan. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk relay memberikan perintah tripping berdasarkan perhitungan adalah 1 detik. Namun besar setting yang dipakai oleh perusahaan adalah 0 detik, hal tersebut menunjukan perbedaan bahwa nilai perhitungan memberikan selang waktu selama 1 detik ketika terjadi tegangan lebih.
POLITICAL IDENTITY IN SUNDANESE ETHNIC: PAGUYUBAN PASUNDAN (COMMUNITY) AND REGIONAL HEAD ELECTION CONTESTATION IN 2020 Kurnia, Dadan; Siddha, Arlan; Munawar, Luqman
JWP (Jurnal Wacana Politik) Vol 9, No 2 (2024): JWP (Jurnal Wacana Politik) May
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jwp.v9i2.53056

Abstract

This article describes the phenomenon of Sundanese political identity by Paguyuban Pasundan in the 2020 regional head elections in various regions such as Medan City, Malawi Regency, Riau Islands Province, and Jembrana Regency, where ethnic similarities and similar interests are the two factors behind the support of Pasundan Association. in supporting one of the candidate pairs in the regional head election in that area. This article uses the theory of political identity. The research method uses qualitative descriptive analysis. The data collection method was used through a study of related literature to explore and describe how political identity is used as a basis for supporting candidate pairs. Researchers use at least two different sources or methods to collect similar data. Triangulation of sources used in this research was carried out by confirming articles that showed support for the candidate pair as well as several statements issued by the Pasundan community regarding support for the candidate pairThe results of this paper illustrate that the Pasundan community in the regional head election contest supports one pair of candidates based on the same identity. In this case, Sundanese ethnicity and similar interests, which is the struggle of the Pasundan community to fight poverty and ignorance through the availability of employment opportunities and improving the quality of education seen from the commitment of the candidate pair to carry these aspirations in their leadership if elected in the 2020 regional head election.
Penanaman Bibit Pohon Kelor (Moringa oleifera) di Bantaran Sungai Citarum Harum Sektor 8 dan Bakti Sosial Pencegahan Stunting di Kabupaten Bandung Wahyudin, Cucu; Kurnia, Dadan; Nurdin, Iing
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i2.454

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang menghadapi masalah stunting pada balitanya. Data Statistik PBB tahun 2020 mencatat lebih dari 149 juta (22%) balita di seluruh dunia mengalami stunting, dan 6,3 juta diantaranya merupakan anak usia dini atau balita di Indonesia. Prevalensi Stunting anak anak di jawa barat adalah 20,02 %, hanya sedikit lebih baik dari prevalensi nasional sebesar 21,6%. Jawa Barat adalah daerah dengan potensi pertanian yang dapat ditumbuhi berbagai komoditas yang bergizi tinggi yang dapat mencegah terjadinya stunting. Salah satu tumbuhan yang dapat dibudidayakan dan dijadikan sebagai sumber nabati bergizi tinggi adalah tumbuhan kelor (Moringa oleifera). Oleh karenanya LPPM Unjani menginisiasi program reboisasi daerah bantaran sungai dengan pohon kelor. Kegiatan reboisasi ini diharapkan dapat menjadi embrio penumbuhan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan daun kelor untuk kesehatan Masyarakat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat diintegrasikan dengan kegiatan pembersihan area sungai di area satgas Citarum harum sektor 8, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut serta penyuluhan pengelolaan daun kelor dan pengelolaan lingkungan dari aspek hukum.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM MENGURANGI ANGKA KEMISKINAN MELALUI PENDEKATAN COMMUNITY BASED DEVELOPMENT (CBD) DI DESA WARNASARI KABUPATEN BANDUNG Setiawan, Agustina; Rohayatin, Titin; Kurnia, Dadan; Abidin AS, Zaenal; Kushartono, Toto; Fujilestari, Noer Apptika; Munawaroh, Siti; Dari, Widuri Wulan; Fauzi, Lukman Munawar; Siddha, Arlan; Rochaeni, Atik; Febriansyah, Dicky; Zulfikar, Waluyo; Septiansyah, Bayu; Aprilia, Bunga; Permana, Danny; Ristala, Harky
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i3.15373

Abstract

Luas wilayah Desa Warnasari adalah 8,62% dari luas wilayah Kecamatan Pangalengan. Kemiskinan di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan menghadapi sejumlah tantangan seperti kapasitas aparatur dalam mengimplementasikan program dan kebijakan dari Kecamatan dan Kabupaten serta pengelolaan komunitas lokal yang terdapat di Desa Warnasari. Kemiskinan di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan berkaitan dengan sebaran penduduk menurut pekerjaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan (1) Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan aparatur desa terhadap kapasitas aparatur dalam mengimplementasikan program dan kebijakan dari Kecamatan dan Kabupaten; (2) Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan aparatur desa pengelolaan komunitas lokal yang terdapat di Desa Warnasari. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, pendekatan kelompok, pendekatan individual, metode ceramah, metode diskusi/FGD. Indikator keberhasilan kegiatan dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat dan hasil pre test dan post tes setelah kegiatan. Adapun hasil kegiatan menunjukkan bahwa keinginan atau partisipasi Masyarakat tinggi, namun belum semua memahami dalam perumusan, pelaksanaan suatu program yang betul-betul dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Potensi komoditas lokal sudah ada namun saat ini masih peran pendatang yang lebih kuat, petani lokal belum maksimal dalam pengoptimalan dari komoditas lokal misalnya dalam pengelolaan kopi lokal, teh, sayuran, dan lain-lain, tempat pariwisata lokal, saat ini banyak dikelola oleh pihak luar, sehingga kesempatan penduduk lokal masih terbatas.
Penguatan Kapasitas Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Potensi Desa di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Setiawan, Agustina; Rohayatin, Titin; Kurnia, Dadan; P, Dahly Sukma; Kushartono, Toto; AS, Zaenal Abidin; Wulandari, Widuri; Munawaroh, Siti; Apptika, Noer; Fauzi, Lukman Munawar; Siddha, Arlan; Febriansyah, Dicky; Rochaeni, Atik; Zulfikar, Waluyo; Septiansyah, Bayu; Aprilia, Bunga; Irawaty, Tinda; Yamardi, Yamardi; Permana, Danny; Ristala, Harky
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16579

Abstract

Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan menghadapi sejumlah tantangan seperti kapasitas aparatur dalam mengimplementasikan program dan kebijakan dari Kecamatan dan Kabupaten serta pengelolaan komunitas lokal yang terdapat di Desa Warnasari. Kemiskinan di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan berkaitan dengan sebaran penduduk menurut pekerjaan. Desa Warnasari memiliki potensi desa yang sangat baik, namun belum didukung dengan kemampuan dari pemerintah desa dan masyarakat lokal dalam pengelolaannya, sehingga angka kemiskinan di Desa Warnasari masih tinggi. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan cara penyampaian materi atau sosialisasi terkait kapasitas pemerintah desa dan pengelolaan potensi desa, serta diskusi atau Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari kegiatan ini bahwa masyarakat lokal di Desa Warnasari sadar akan adanya potensi desa yang dimilik, seperti kopi, teh dan tempat wisata alam. Namun mereka belum mampu mengelola potensi desa dengan mandiri. Potensi desa yang mereka miliki masih dikelola oleh pihak lain yang bukan masyarakat lokal. Hal ini yang menjadi alasan mengapa tingkat kemiskinan di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung masih tinggi. Perlu ada penguatan kapasitas dari pemerintah desa dan masyarakat desa untuk mengelola potensi desa, agar mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan Masyarakat Desa Warnasari.
THE PHENOMENON OF POLITICAL VOLUNTARISM IN GENERAL ELECTIONS: BETWEEN DEMOCRACY, POLITICAL PARTICIPATION, AND POLITICAL PARTIES Siddha, Arlan; Kurnia, Dadan; Fauzi, Lukman Munawar
JWP (Jurnal Wacana Politik) Vol 10, No 2 (2025): JWP (Jurnal Wacana Politik) May
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jwp.v10i2.61725

Abstract

This study examines the phenomenon of political voluntarism in the 2024 General Elections in Indonesia, focusing on its role in shaping voter engagement, democratic participation, and political mobilization. The presence of political voluntarism is considered crucial in advocating ideas, values, aspirations, and has an impact on vote acquisition due to its broader nature in reaching various voter segments. There are three pairs of candidates in the 2024 General Elections, each with political volunteers engaging in various activities to support the candidates, such as “Desak Anies,” “Slepet Imin,” “Joget Gemoy,” “Demok(e)asi,” and “Tabrak Prof!”. The research methodology employs a descriptive qualitative approach. Data collection techniques involve secondary data from literature studies, including books, journals, news, and social media. The results of this research indicate that the phenomenon of political voluntarism in the 2024 General Elections is considered crucial for democracy. The presence of political voluntarism can revitalize democratic values through active participation of the public in responding to issues and involvement in political contests. Public trust crisis in political parties arises from the perception that political parties are unable to mediate between the public and the state in advocating the ideas and aspirations of the community. Therefore, the involvement of the public in politics through political volunteers is present to independently champion the values and aspirations believed in. Political volunteers not only play a role in increasing political awareness in society but also operate independently from the party system.
PENERAPAN PRINSIP AGILE GOVERNANCE DALAM PEMBERANTASAN ROKOK ILEGAL OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA CIMAHI Febrianto, Adit Aulia; Kurnia, Dadan; Munawaroh, Siti

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v9i1.3544

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penerapan Prinsip Agile Governance dalamPemberantasan Rokok Ilegal oleh Satuan Polisi Pamong Praja KotaCimahi”. Fenomena masalah penelitian ini adalah adanya polapenerapan prinsip agile governance dalam pemberantasan rokokilegal di Kota Cimahi yang membutuhkan segera penanganan yangserius, cepat dan gesit dari pemerintah daerah. Rumusan masalahpenelitian ini adalah Bagaimana Penerapan Prinsip Agile Governancedalam Pemberantasan Rokok Ilegal oleh Satuan Polisi Pamong PrajaKota Cimahi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasiPenerapan Prinsip Agile Governance dalam Pemberantasan RokokIlegal oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Penelitian ini menggunakanteori agile governance dari Luna, Krutchen, dan Moura dalam yaituGood enough governance, Based on quick wins, Systematic andadaptive approach, dan Simple design and continuous refinement.Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif denganpendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakantriangulasi. Informan dalam penelitian ini adalah pejabat dan stafSatuan Polisi Pamong Praja Kota Cimahi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Penerapan Prinsip Agile Governance dalamPemberantasan Rokok Ilegal oleh Satuan Polisi Pamong Praja KotaCimahi, sudah berjalan dengan cukup baik. Berdasarkan dimensigood enough governance telah berjalan dengan cukup baik hal inidibuktikan dengan kemampuan anggota yang dapat menjelaskandan mengetahui dengan baik latar belakang organisasi. Dimensibased on quick wins telah berjalan dengan cukup baik hal inidibuktikan dengan adanya Operasi Pasar. Dimensi systematic andadaptive approach, telah berjalan dengan cukup baik hal inidibuktikan dengan adanya bimbingan teknis yang diberikan kepadaanggota satuan polisi pamong praja. Dimensi simple design andcontinuous refinement, telah berjalan dengan cukup baik hal inidibuktikan dengan adanya kegiatan sosialisi yangberkesinambungan di wilayah Kota Cimahi.
Optimalisasi Peran Posyandu Dalam Program Penurunan Kasus Stunting di Kelurahan Cibeureum Kota Cimahi Handayani, Dewi Ratih; Kurnia, Dadan; Rusman, Andri Andrian; Septiadi, Endry; Quintina, Sri; Ratunanda, Susanti; Ambarukmi P, Fransiska; Fiddiyanti, Ilma; Sidha, Arlan; Fauzi, Lukman Munawar
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v4i2.342

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Dinas Kesehatan Kota Cimahi melaporkan kejadian stunting di Cimahi pada 2021 adalah 11,05 % dari total balita di Kota Cimahi. Pendekatan kepada masyarakat agar terlibat dalam program penurunan angka stunting perlu juga dilakukan, salah satunya dengan mengoptimalkan peran posyandu. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengetahui jumlah kasus stunting, serta penyuluhan kepada kader posyandu sebagai salah satu langkah optimalisasi peran posyandu dalam mencegah dan menurunkan kejadian stunting. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Cibeureum. Metode yang dilakukan berupa pengukuran antropometri pada balita, wawancara kepada ibu balita, dan penyuluhan, serta pretest dan post-test kepada kader posyandu. Hasil kegiatan diperoleh jumlah seluruh balita dari dua RW yang datang saat posyandu sebanyak 210 balita dan hasil antropometri diketahui jumlah balita stunted sebanyak 32 (15,23 %) balita dan severely stunted sebanyak 8 (3,81%) balita. Penyuluhan posyandu diikuti oleh perwakilan kader di setiap posyandu di Kelurahan Cibeureum, jumlah kader yang mengikuti kegiatan penyuluhan stunting sebanyak 58 orang. Hasil pretest dan post-test menunjukkan bahwa penyuluhan tentang pencegahan stunting pada kader posyandu memberikan peningkatan pengetahuan.
Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa Melalui Tata Kelola Aset Desa Kushartono, Toto; Rohayatin, Titin; Kurnia, Dadan; Wulandari, Widuri; Munawaroh, Siti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.12963

Abstract

Pengelolaan aset desa merupakan sesuatu yang penting dan harus menjadi perhatian lebih dari Pemerintah Desa. Aset desa merupakan barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja) Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Pengelolaan aset desa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat desa serta meningkatkan pendapatan Desa. Pengelolaan aset desa merupakan persoalan yang krusial, selain masalah anggaran dan keuangan desa. Apabila desa mampu melakukan pengelolaan aset secara baik dan berkelanjutan niscaya peran desa dalam pengentasan kemiskinan. Saat ini peran desa dalam mengelola assetnya masih belum berjalan maksimal. Hal ini dikarenakan beberapa factor seperti tingkat pemahaman, kepedulian, kepemimpinan dan tingkat pasrtisipasi masyarakat yang masih rendah. Pengelolaan aset desa selama ini hanya terbatas pada pencatatan saja. Belum sampai pada pengelolaan yang mampu menghasilkan pendapatan desa serta berdaya guna dalam jangka panjang. Program Studi Ilmu Pemerintahan melakukan pengabdian kepada masyarakat (Pengmas) berupa pendidikan dan pelatihan untuk memberikan wawasan kepada para aparatur pemerintah desa dalam mengelola aset desa. Pelaksanaan ini diikuti oleh berbagai perangkat desa yang berada di seluruh wilayah Indonesia.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUMDES UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF DI DESA PUSAKARATU KECAMATAN PUSAKANAGARA KABUPATEN SUBANG AS, Zaenal Abidin; Rohayatin, Titin; Kurnia, Dadan; Rochaeni, Atik; Fauzi, Lukman Munawar; Aprilia, Bunga; Gunawan, Wawan; Zulfikar, Waluyo; Wulan, Widuri; Ristala, Harky; Febriasnyah, Dicky
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i2.5721

Abstract

Pemberdayaan masyarakat sebagai strategi untuk meningkatkan ekonomi kreatif di desa merupakan langkah tepat dalam upaya pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga. Di Desa Pusakaratu, terdapat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bernama Cipta Akur Sejahtera yang dibentuk guna memajukan usaha ekonomi dan layanan publik. Namun, pelaksanaan BUMDes ini belum optimal akibat kurang efektifnya sosialisasi dan koordinasi terkait unit usaha yang dijalankan. Proses pengabdian masyarakat dilakukan dengan penyampaian materi dan diskusi kelompok terfokus (FGD) terkait fenomena yang terjadi. Hasilnya, pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu solusi untuk mempromosikan potensi desa. Kegiatan ini diikuti oleh 83 peserta yang terdiri dari berbagai pihak seperti Camat Kecamatan Pusanagara, perangkat desa, anggota BPD, pengelola BUMDes, pelaku UMKM, karang taruna, PKK, dan posyandu. Pemberdayaan ini penting untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi desa dengan dukungan teknologi informasi. Strategi penggunaan teknologi dalam mengembangkan ekonomi kreatif di desa mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah, memupuk kepedulian, meningkatkan persatuan dan tujuan bersama dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta membentuk kolaborasi dan jaringan bisnis yang berkesinambungan. Melalui pemberdayaan, desa menjadi lebih mandiri dalam menggali potensi dengan teknologi informasi sehingga ekonomi desa meningkat. Kegiatan ini direncanakan berlanjut sebagai bentuk pendampingan menuju desa mandiri melalui penerapan e-commerce dalam meningkatkan layanan masyarakat di Desa Pusakaratu.