IKM P. MADANI merupakan IKM penghasil produk makanan ringan di Cikoneng, Ciamis yang menerapkan model distribusi secara langsung dengan konsep satu mobil untuk satu toko, kirim satu hari setelah order. Rute distribusi tidak dikelola karena satu mobil hanya mengunjungi satu toko – tidak terjadi penggabungan toko ke dalam satu rute. Konsep yang diterapkan dinilai kurang efisien, sehingga biaya distribusi produk cukup besar. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak diberlakukannya pengelolaan rute distribusi dengan baik. Perumusan masalah dalam penelitian ini meliputi bagaimana rute distribusi produk yang diterapkan oleh IKM P. MADANI sekarang, serta bagaimana usulan rute distribusi produk yang mampu meminimumkan biaya distribusi IKM P. MADANI. Dalam penentuan usulan rute distribusi yang dikenal dengan Vehicle Routing Problem, digunakan metode algoritma Clarke and Wright Saving.Berdasarkan hasil penelitian, didapat perbandingan biaya distribusi selama satu bulan antara rute distribusi sekarang yang menghabiskan jarak tempuh 13.724 km atau senilai Rp. 8.924.538 dengan rute distribusi usulan yang menghabiskan jarak tempuh 7.540,8 km atau senilai Rp. 5.825.268. Penghematan yang dicapai oleh rute distribusi usulan adalah senilai Rp. Rp. 3.099.270 dengan penghematan jarak tempuh sebanyak 6.183,2 km. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usulan rute distribusi produk dengan menggunakan metode algoritma Clarke and Wright Saving mampu meminimumkan biaya distribusi produk IKM P. MADANI.
Copyrights © 0000