Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam
Vol 1 No 2 (2015): Juli-Desember

Pemikiran Teologi Islam

Hermawansyah (STIT Sunan Giri Bima)



Article Info

Publish Date
02 Dec 2015

Abstract

Setelah Rasulullah saw. wafat, terjadi polemik besar antara para sahabat. Pada mulanya, persoalan yang mereka perdebatkan adalah: Siapa yang layak menggantikan Rasulullah Saw? Celakanya, pasca naiknya Abu Bakar menjadi khalifah, persoalan ini tidak berhenti. Hampir setiap perpindahan kekuasaan dari satu khalifah kepada khalifah yang lainnya selalu disertai konflik, bahkan pembunuhan. Di sinilah mereka mulai berpolemik mengenai dosa membunuh dan bagaimana status seseorang yang berdosa besar karena terlibat persengketaan tersebut. Pemikiran teologi rasionalistik tersebut semakin berkembang ketika Mu’tazilah mendapatkan ‘lawan’ yang sangat tangguh, yaitu Madzhab Asy’ariyah. Abu Hasan al Asy’ari yang semenjak kecil dibesarkan oleh ayah tirinya yang bernama al-Juba’i (seorang tokoh Mu’tazilah di zamannya), mulai berusaha ‘melawan’ teologi Mu’tazilah. Pada awalnya, ia juga adalah merupakan penganut setia Mu’tazilah, tetapi pada akhirnya ia meninggalkan keyakinan Mu’tazilah dan menyatakan kembali kepada sunnah.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

ittihad

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Al-Ittihad (p-ISSN 2442-6938) adalah Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, terbit 2 kali setahun oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIS Al-Ittihad Bima sejak Tahun 2015. Redaksi menerima tulisan yang berkenaan dengan Pemikiran dan Hukum Islam serta redaksi berhak mengedit tulisan ...