Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemikiran Teologi Islam Hermawansyah
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol 1 No 2 (2015): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Syariah (STIS) Al-Ittihad Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61817/ittihad.v1i2.12

Abstract

Setelah Rasulullah saw. wafat, terjadi polemik besar antara para sahabat. Pada mulanya, persoalan yang mereka perdebatkan adalah: Siapa yang layak menggantikan Rasulullah Saw? Celakanya, pasca naiknya Abu Bakar menjadi khalifah, persoalan ini tidak berhenti. Hampir setiap perpindahan kekuasaan dari satu khalifah kepada khalifah yang lainnya selalu disertai konflik, bahkan pembunuhan. Di sinilah mereka mulai berpolemik mengenai dosa membunuh dan bagaimana status seseorang yang berdosa besar karena terlibat persengketaan tersebut. Pemikiran teologi rasionalistik tersebut semakin berkembang ketika Mu’tazilah mendapatkan ‘lawan’ yang sangat tangguh, yaitu Madzhab Asy’ariyah. Abu Hasan al Asy’ari yang semenjak kecil dibesarkan oleh ayah tirinya yang bernama al-Juba’i (seorang tokoh Mu’tazilah di zamannya), mulai berusaha ‘melawan’ teologi Mu’tazilah. Pada awalnya, ia juga adalah merupakan penganut setia Mu’tazilah, tetapi pada akhirnya ia meninggalkan keyakinan Mu’tazilah dan menyatakan kembali kepada sunnah.