Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia)
Volume. 31, No. 3, July 2007

Efusi Pleura Unilateral pada penderita Sindroma Hiperstimulasi Ovarium dalam Program Fertilisasi Invitro (Laporan Kasus)

D.S. NATAPRAWIRA (Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ RS Dr. Hasan Sadikin Bandung)
W. PERMADI (Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ RS Dr. Hasan Sadikin Bandung)
T. DJUWANTONO (Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ RS Dr. Hasan Sadikin Bandung)
H. HARLIANTO (Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ RS Dr. Hasan Sadikin Bandung)
H. BAYUAJI (Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ RS Dr. Hasan Sadikin Bandung)



Article Info

Publish Date
14 Oct 2016

Abstract

Tujuan: Melaporkan kasus efusi pleura unilateral pada penderita OHSS. Rancangan/rumusan data: Laporan kasus. Tempat: Klinik fertilitas rumah sakit rujukan tersier. Hasil: Seorang wanita usia 32 tahun yang menderita OHSS. Faktor risiko pada kasus ini adalah ovarium polikistik, usia 4300 pg/mL. Saat diketahui respons ovarium yang berlebih, dilakukan penurunan dosis FSH. Terjadi efusi pleura unilateral dan asites minimal 11 hari pasca penyuntikan r-hCG, sehingga perlu dilakukan perawatan intensif dan pemasangan water-sealed drainage (WSD). Dilakukan pemberian albumin intravena yang disesuaikan dengan perkembangan kadar albumin darah harian. Setelah dirawat selama 15 hari pasien dipulangkan dalam keadaan baik. Kesimpulan: Pada kasus ini telah dilakukan monitoring stimulasi secara hormonal dan ultrasonografi serta upaya-upaya pencegahan lain. Namun demikian, OHSS tetap terjadi sehingga diperlukan kombinasi terapi suportif dan bedah. [Maj Obstet Ginekol Indones 2007; 31-3: 174-9] Kata kunci: fertilisasi invitro, sindroma hiperstimulasi ovarium, efusi pleura unilateral

Copyrights © 2007