Pendidikan bukan hanya bertujuan untuk membentuk manusia yang cerdas hanya dari segi kognitif dan pandai tetapi pendidikan jugadiharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang berkarakter. Sistem Pendidikan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini sangatgencar dengan konsep pendidikan karakter, karena sejatinya sistem pendidikan di Indonesia harus mampu menciptakan pribadi yangberkarakter beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berperilaku mulia, mandiri, dewasa, bertanggungjawab, jujur, berbudipekerti yang luhur, berperilaku sopan dan santun, beretika, tahu malu dan tidak anarki serta mementingkan kepentingan bangsa dan negarabukan pribadi atau kelompok tertentu. Pengembangan sisi kognitif peserta didik berdampak pada tidak proporsionalnya waktu, perhatian dan dukungan terhadap pengembangan dimensi afektif peserta didik. Pada kenyataannya pendidikan karakter telah mendapat tempat yang sangat baik dalam pendidikan kita. Namun pendidikan karakter disekolah ternyata belum dapat memperbaiki karakter generasi bangsa yang semakin hari semakin merosot contohnya masih banyaknya antar pelajar yang mengakibatkan korban luka-luka maupun meninggal dunia, Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknyaberagama Islam, tapi kenyataannya banyak orang Islam juga yang melakukan perbuatan tidak sesuai karakter Islami. Hal ini dibuktikan oleh banyaknya pemeluk Islam yang tertangkap tangan maupun terlibat kasus KKN, banyak generasi muda islami yang melakukan perbuatantidak terpuji diantaranya pergaulan bebas, maraknya pelaku dan penyebar video porno dikalangan pelajar, tawuran, penyalahgunaan narkotika, kecanduan pelajar terhadap game-game online di internet. Pendidikan karakter Islam yang dilaksanakan secara konsisten akan meminimalisir dampak – dampak dari globalisasi yang menimpa generasimuda Islam Indonesia khususnya, orang Islam Indonesia pada umumnya.
Copyrights © 2013