Anemia defisiensi besi merupakan masalah gizi yang paling lazim di dunia dan diderita lebih dari 600 juta manusia. Perkiraan prevalensi anemia secara global sekitar 51%. Anemia defisiensi besi lebih cenderung berlangsung di negara sedang berkembang dari pada negara yang sudah maju. Hal itu berakar pada asupan yang tidak adekuat. Anemia kekurangan zat besi dapat disebabkan oleh konsumsi besi yang kurang atau dikonsumsi bersamaan dengan zat yang dapat menghambat serapan besi. Teh merupakan minuman yang banyak bermanfaat sebagi antioksidan, tetapi juga mempunyai zat anti gizi tanin yang dapat menghambat penyerapan besi apabila dikonsumsi dalam waktu yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serapan zat besi (Fe) dalam minuman teh kemasan yang beredar dipasaran. Jenis penelitian ini bersifat ekperimental dengan menambahkan larutan Fe 1% kedalam minuman teh kemasan. Pengukuran serapan Fe menggunakan methode spektrofotometri. Hasil penelitian yang dilakukan pada 10 macam minuman teh kemasan menunjukkan bahwa seluruh minuman teh kemasan menyerap larutan Fe 1% dengan intensitas yang berbeda.Teh kemasan TG merupakan teh yang menyerap Fe paling sedikit yaitu sebesar 3,72 ppm. Sedangkan teh kemasan MT yang menyerap Fe paling banyak yaitu sebesar 37,08 ppm.
Copyrights © 2019