United Nations Children's Fund (Unicef) baru saja memberi sponsor di dalam penyelenggaraan konferensi mengenai peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Hadir di dalam aktivitas ini sekitar seratus orang yang berkepentingan pada pendidikan dasar kita; dalam hal ini adalah siswa, guru, kepala sekolah, orang tua, pengurus asosiasi pendidikan, perencana pendidikan, bupati, ketua Bappeda, aktivis LSM, pimpinan Depdiknas, Depag, Bappenas, anggota DPR, MPR, serta perwakilan badan internasional Unesco, Plan International dan Unicef sendiri. Tak kurang Rolf C.Carriere, Kepala Perwakilan Unicef di Indonesia, juga hadir. Sesuai dengan tema konferensi maka pembicaraan pokok dalam aktivitas tersebut adalah mengenai usaha peningkatan kualitas pen-didikan dasar di Indonesia; dimulai dengan mengidentifikasi masalah dalam tiga puluh tahun terakhir, masalah yang kita hadapi hari ini, sampai dengan impian kita sepuluh tahun mendatang. Dari impian masa lalu sampai dengan masa depan itulah kemudian strategi pe-ningkatan mutu dikembangkan. Salah satu hal yang menarik dalam konferensi yang menga-plikasi pendekatan Future Search Conference (FSC) tersebut, satu pendekatan baru yang dikembangkan di Amerika Serikat (AS) dalam mengakomodasi aspirasi guna menentukan strategi pencapaian tujuan tertentu, adalah dilibatkannya banyak orang yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembuatan keputusan. Pada kasus ini seorang anak SLTP dihargai sama pendapatnya dengan seorang anggota DPR RI, seorang ibu rumah tangga orang tua siswa dihargai harapannya seperti seorang bupati, seorang guru pendapatnya dihargai sama dengan seorang pimpinan departemen, dan sebagainya.
Copyrights © 2001