ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1991: HARIAN YOGYA POS

KONSEP SINGLE TRACK SCHOOL SYSTEM

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Jul 2010

Abstract

Seorang pengamat, praktisi, serta sekaligus pakar pendidikan kita, St. Vembriarto, baru saja pergi menghadap Tuhannya. Di kalangan masyarakat pendidikan Pak Vem, nama akrabnya, dikenal sebagai pakar yang sangat vokal; berani menyampaikan pendapat apabila hal itu diyakininya sebagai benar. Pak Vem juga dikenal cukup konsisten mempertahankan konsep-konsepnya, meskipun konsep-konsepnya itu seringkali banyak yang menentangnya. Pada waktu Pak Vem wafat sesungguhnya saya sedang berada di luar kota untuk mengikuti acara sosio-akademik yang bertaraf nasional; namun demikian saya menyempatkan diri untuk "kembali" ke Yogya guna memberi penghormatan yang terakhir baginya, dan bagi konsep-konsep serta pemi kiran-pemikiran pendidikannya yang sebagian belum dapat direalisasikan, bahkan tidak dapat direalisasikan sama sekali. Realitasnya memang relatif banyak konsep-konsep pendidikan Pak Vem yang sampai akhir hayatnya belum da-pat direalisasikan, atau bahkan tidak mungkin direalisa-sikan, namun demikian tetap saja sangat bermanfaat untuk memberikan alternatif atau "choices" guna memajukan sis-tem pendidikan nasional kita. Setahu saya paling tidak terdapat dua konsep pen-didikan yang dibela sampai akhir hayatnya; yaitu konsep mengenai sistem persekolahan jalur tunggal (single track school system) serta mengubah bentuk IKIP menjadi univer sitas. Dua konsep pendidikan inilah yang dipertahankan-nya sampai Pak Vem harus meninggalkan kita semua.

Copyrights © 1991