ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2009: HARIAN JAWA POS

PENDIDIKAN YANG TERJANGKAU

SUPRIYOKO, KI (Unknown)



Article Info

Publish Date
14 Apr 2010

Abstract

Adalah Mohammad Nuh. Pria kelahiran Surabaya 17 Juni 1959 putra pendiri Pondok Pesantren Gununganyar Surabaya yang dikenal sebagai seo-rang intelek sekaligus agamawan yang akhirnya dipilih oleh Presiden SBY untuk mengemban tugas sebagai menteri pendidikan itu membuat program yang tidak populer tetapi rialistik, yaitu pendidikan yang terjangkau.          Selepas dilantik menjadi menteri pendidikan Pak Nuh menyatakan di dalam kepemimpinannya maka akses pendidikan hendaknya bisa dinikmati oleh masyarakat luas sehingga biaya pendidikan akan dibuat sedemikian rupa supaya terjangkau oleh masyarakat. Beliau akan berusaha meningkat-kan kualitas pendidikan di Indonesia tetapi usaha tersebut akan dibarengi dengan menekan biaya sehingga bisa terjangkau oleh masyarakat luas dari golongan miskin sekali pun.          Latar belakang intelektualitas rasanya mewarnai niatan untuk mening-katkan kualitas pendidikan; sementara itu latar belakang agamawan rasanya mewarnai niatan untuk membuka akses pendidikan bagi siapa saja terutama masyarakat dari golongan miskin alias dhuafa.

Copyrights © 2009