Sistem pendidikan Shanti Niketan di India dan sistem pendidikan Tamansiswa di Indonesia adalah dua fenomena yang sungguh menarik untuk dicermati dan dikaji dikarenakan sebagaimana telah diakui oleh banyak ahli keduanya sangat berpengaruh dalam pembangunan dan pengembangan sistem pendidikan nasional; dalam hal ini pendidikan Shanti Niketan untuk India sedangkan pendidikan Tamansiswa untuk Indonesia. Secara konseptual kedua sistem pendidikan ini banyak memiliki kesamaan yang berarti, sementara itu secara historial kedua tokoh pendidikan dan juga lembaganya memiliki hubungan yang relatif sangat dekat. Secara konseptual pengembangan pendidikan yang berlandaskan pada kepribadian dan kebudayaan bangsa merupakan inti pendekatan dari kedua fenomena tersebut; sementara itu kedekatan diantara kedua tokoh, masing-masing Rabindranath Tagore (1861-1941) dari Shanti Niketan dengan Ki Hadjar Dewantara (1889-1959) dari Tamansiswa, merupakan bukti sejarah yang menunjukkan bahwa di antara Shanti Niketan dengan Tamansiswa telah lama terjalin hubungan yang dekat dalam rangka pengembangan sistem pendidikannya. Pada tahun 1927 secara pribadi Rabindranath Tagore didampingi oleh para asistennya, antara lain Prof. Chatterjee, telah mengadakan serangkaian kunjungan ke Indonesia; dan salah satu diantaranya ialah mengunjungi Perguruan Tamansiswa Yogyakarta. Di samping untuk mengadakan "silaturrakhmi" maka kesempatan kunjungan tersebut, terutama oleh para asistennya, juga digunakan untuk melakukan kunjungan kelas yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai pengembangan sistem pendidikan, baik versi Shanti Niketan maupun versi Tamansiswa.
Copyrights © 1998