Sudah menjadi semacam tradisi pada beberapa tahun terakhir ini, setiap menjelang permulaan tahun akademis baru selalu saja diwarnai dengan keluh kesah masyarakat, terutama yang berkepentingan langsung, tentang melangitnya uang kuliah pada PTS, Perguruan Tinggi Swasta. Karena selalu membengkaknya lulusan SMTA untuk setiap tahunnya disatu pihak, dan sementara dipihak lain daya tampung PTN (Perguruan Tinggi Negeri ) sangat terbatas menyebabkan makin banyak anggota masyarakat yang berkepentingan langsung terhadap PTS. Ini berarti bahwa setiap tahun terjadi peningkatan populasi yang mengeluh tentang melangitnya uang kuliah pada PTS. Hampir dapat dipastikan, uang ratusan ribu harus tersedia bila ingin 'mengontrak' sebuah kursi belajar pada PTS. Uang yang ratusan ribu tersebut barangkali masih terlalu kecil jumlahnya bagi beberapa PTS tertentu yang tega hati menarik jutaan rupiah dari para calon mahasiswa barunya, seperti yang dikeluhkan masyarakat dan diberitakan dibeberapa koran dan penerbitan lain (saya sering menerima kiriman klipping dari beberapa pembaca tentang melangitnya beaya pendidikan pada PTS-- oh ya, terimakasih!). Memang, tarikan tsb tidak selalu dengan istilah uang kuliah tetapi ada yang menamakan iuran pendidikan, dana pembangunan gedung, iuran penyelenggaraan pendidikan, dana sukarela (yang besarnya harap ditentukan calon sebelum mereka resmi diterima menjadi mahasiswa) dsb. Namun demikian hakekatnya toh sama saja.
Copyrights © 1985