Dunia pendidikan kita sampai saat ini masih mempunyai problematika klasik yang belum terpecahkan secara sempurna; ialah problematika kekurangan guru bidang studi ilmu-ilmu pengetahuan alam, IPA, di sekolah menengah. Apabila dibanding dengan persediaan atau jumlah guru ilmu-ilmu pengetahuan sosial, IPS, maka akan nampak adanya disbalansi proporsi tenaga kependidikan tersebut; dimana persediaan atau jumlah guru untuk bidang studi IPS pada umumnya mempunyai angka jauh lebih memadai bila dibanding dengan persediaan atau jumlah guru bidang studi IPA. Di berbagai sekolah bahkan ditemui adanya kenyataan bahwa pemenuhan kebutuhan guru bidang studi IPS tertentu adalah lebih dari cukup, sementara itu pemenuhan kebutuhan guru IPA tetap saja masih kurang memadai. Hal ini telah menunjukkan betapa masih kurangnya persediaan ilmu IPA di negara kita. Kurangnya persediaan guru IPA tersebut sangat dirasakan oleh berbagai wilayah. Wilayah Kalimantan Tengah dapat dijadikan ilustrasi sebagai salah satu wilayah di negara kita yang masih sangat "miskin" akan guru bidang studi IPA, terutama untuk guru bidang studi Biologi.
Copyrights © 1988