ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1992: HARIAN SURABAYA POS

EBTANAS, TINGKAT KESUKARAN SOAL DAN PENDEKATAN METODOLOGIS

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Apr 2010

Abstract

       Menjelang diselenggarakannya Ebtanas yang segera dimulai awal Bulan Mei 1992 ini kembali muncul pemikiran mengenai perlu dan tidaknya untuk mempertahankan sistem Ebtanas itu sendiri. Pemikiran ini sempat menghangat, khususnya pada kalangan masyarakat pendidikan, karena di samping kompleksitas problematikanya bersifat aktual dan kontekstual, juga dikarenakan masing-masing pihak mempunyai argumentasi akademis yang cukup kuat dan rasional.          Pihak yang memandang masih perlu mempertahankan berpendapat bahwa Ebtanas merupakan sistem terbaik untuk meningkatkan dan menyetarakan kualitas lulusan di antara lembaga pendidikan yang setingkat dan sejenis; setidak-tidaknya untuk saat ini.          Pada sisi yang lain pihak yang menginginkan sege-ra diakhirinya era Ebtanas berpendapat bahwa sistem ini telah menciptakan kesenjangan ("gap") yang semakin tajam antara sekolah-sekolah yang bermutu tinggi dengan yang bermutu rendah. Akibatnya sistem Ebtanas ini menciptakan kecenderungan klasik bahwa pelayanan pendidikan pada ne-gara yang sangat kita cinta ini lebih dapat dimanfaatkan oleh mereka yang berintelektual tinggi saja;  dan secara empiris sebagian besar dari mereka ternyata berasal dari "hanya" sekolah-sekolah kota di Pulau Jawa.

Copyrights © 1992