ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007

KOMERSIALISASI SERAGAM SEKOLAH

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Apr 2010

Abstract

       Suatu saat saya berkunjung ke sekolah yang sangat dikenal masyarakat atas produktivitasnya, Groningen Middlebare Technische School (MTS), yang ada di Negeri Kincir Angin Belanda. Sekolah ini adalah sekolah me-nengah teknologi yang di Indonesia namanya Sekolah Teknologi Menengah (STM), atau sekarang disebut Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelom-pok Teknologi.          Sebelum sampai di sekolah, saya sempat membayangkan siswa MTS Groningen adalah cowok-cowok ?macho? seperti kebanyakan siswa STM di Indonesia. Di bayangan saya pula, pakaian seragam sekolah jauh dari keseharian siswa; dengan kata lain siswa sekolah tersebut tidak memakai seragam sekolah. Sebagai orang yang mempunyai latar belakang vocational education, saya mengira para siswa MTS Groningen lebih mengutamakan pakaian kerja (werk pack) daripada seragam sekolah.          Ternyata bayangan dan perkiraan saya salah. Ketika sampai di tempat, saya menyaksikan pemuda Belanda yang nota bene menjadi siswa MTS Groningen memakai seragam sekolah yang mampu menambah kegagahan-nya. Bukan saja ?enjoy?, mereka bahkan terkesan amat bangga memakai seragam sekolahnya. Hal ini tentu tidak terlepas dari anggapan masyarakat Belanda yang memberi kedudukan tinggi kepada siswa sekolah kejuruan; tidak sebagaimana yang terjadi di Indonesia.

Copyrights © 2007