Badan Akreditasi Nasional (BAN) tahun ini akan segera memulai kegiatannya dengan mengakreditasi PTS, Perguruan Tinggi Swasta. Dijelaskan oleh Ketua BAN Soekadji Ranoewihardjo bahwa tahun ini akan dimulai kegiatan akreditasi untuk PTS dengan jurusan kedokteran, dan tahun berikutnya akan dilanjutkan dengan jurusan-jurusan atau bidang-bidang lain pada umumnya. Tentu saja ini khabar baik. Good news; kata orang Barat. Berbeda dengan kondisi di negara-negara maju, seperti di Jepang dan Amerika Serikat (AS) misalnya, secara umum sampai sekarang ini mutu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia masih berada di bawah mutu Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Bahwa secara khusus ada PTS yang mutunya jauh di atas mutu PTN pada umumnya hal itu memang benar adanya; namun demikian hal itu lebih bersifat kasus. Keadaan yang demikian itu menciptakan tradisi akademik yang acapkali kurang proporsional; misalnya kebanyakan lulusan SMA (dan SMK) baru mau mendaftarkan diri pada PTS setelah yakin bahwa dirinya tidak kebagian kursi kuliah pada PTN. Ketika hasil UMPTN baru saja diumumkan maka kandidat mahasiswa baru yang gagal baru ramai-ramai "menyerbu" PTS.Tradisi akademik semacam ini memang kurang proporsional karena sebenarnya pendaftaran pada PTS dapat dilakukan bersamaan dengan pendaftaran pada PTN. Dengan demiki-an kegiatan akademik pada PTS bisa dilakukan bersama-sama dengan PTN; tidak selalu PTS tertinggal "start". Hal tersebut di atas bisa terjadi karena mutu PTS pada umumnya memang belum dapat dibanggakan, bahkan ada sebagian yang masih sangat memprihatinkan. Menghadapi kenyataan ini kiranya tidak salah kalau Presiden Soeharto segera menganjurkan dilakukan pembatasan dan seleksi terhadap munculnya PTS baru.
Copyrights © 1996