Dewasa ini kalangan guru SD dan SLTP mengeluhkan sistem "kredit point" yang mereka nilai teramat menyita waktu hanya untuk urusan administrasi. Mereka menengarai sistem itu mengakibatkan porsi mengajar untuk anak didik menjadi terkurangi hanya karena para guru harus mengejar point yang sudah dipaketkan (Surabaya Post: 9/9/91). Realisasinya: dalam menjalankan tugas sehari-hari para guru yang sudah cukup berat dengan pekerjaannya mempersiapkan setiap materi pelajaran yang diampunya, misalnya dengan mempuat satuan pelajaran, maka padanya masih dituntut untuk membuat karya ilmiah, mengadakan bimbing-an kepada siswa, melakukan pengabdian kepada masyarakat, dan sebagainya. Ini semua merupakan bagian dari proses yang harus dilalui agar supaya kenaikan jabatan dan/atau pangkatnya menjadi tidak terhambat. Menurut para guru SD dan SLTP tersebut semua itu merupakan pekerjaan administratif yang sungguh menyita waktu dan konsentrasi; sehingga apabila tidak hati-hati melaksanakannya maka pekerjaan administratif ini dapat mengalahkan tugas utamanya mengajar anak didik di kelas.
Copyrights © 1991