Seperti telah banyak diberitakan oleh mass media, baru-baru ini United Nations Development Programme (UNDP) telah mempublikasi laporannya, "Human Development Report 2003". Dalam laporan mutakhirnya itu disebutkan bahwa Human Development Index (HDI) Indonesia berada pada peringkat 112 dari 175 negara. Lebih jauh lagi dikatakan bahwa indeks Indonesia memburuk karena turun dari 0,684 (Tahun 2002) menjadi 0,682 (Tahun 2003). Informasi peringkat HDI Indonesia tersebut segera saja men-jadi buah bibir di kalangan intelektual dan birokrasi pemerintahan kita; memburuknya indeks diyakini sebagai memburuknya kualitas manusia Indonesia itu sendiri dalam satuan bangsa. Karena HDI itu dibangun atas indikator-indikator kesehatan dan kependudukan, pendidikan, serta ekonomi maka memburuknya indeks tersebut diyakini mencerminkan memburuknya mutu manusia Indonesia bila dilihat dari sisi kesehatan dan kependudukan, pen-didikan, serta ekonomi. Itu semua menjadikan sebagian dari intelektual dan birokrat kita terus sibuk mencari penyebabnya. Apakah pengelolaan masalah kesehatan dan kependudukan kita memang belum memadai, apakah pembangunan pendidikan kita belum berhasil secara membanggakan, serta apakah penanganan ekonomi kita memang mengecewakan. Atau hal itu semua disebabkan karena hasil pembangunan keempat indikator tersebut secara komulatif memang belum menjanjikan? Hal ini penting untuk diklarifikasi, agar kita tahu apa dan prioritas mana yang harus dilakukan untuk membangun manusia Indonesia supaya hasilnya lebih baik.
Copyrights © 2003