UNTUK bersaing dengan perusahaan besar, perusahaan kecil memang tidak mudah. Meskipun demikian perusahaan kecil janganlah putus asa, karena masih ada jalan atau strategi perusahaan kecil untuk memenangkan persaingan dengan perusahaan besar. Dari hasil riset yang dilakukan oleh James G Barnes bahwa perusahaan kecil dibanding perusahaan besar mempunyai beberapa keunggulan. Keunggulan inilah yang dapat kita pakai sebagai strategi untuk bersaing dengan perusahaan besar. Perusahaan kecil dapat menciptakan nilai yang selama ini dicari oleh pelanggan dengan menggunakan keunggulannya. Pelayanan merupakan senjata yang dapat dipakai oleh perusahaan kecil. Perusahaan mempunyai peluang untuk melayani lebih baik dibandingkan dengan perusahaan besar. Hal ini karena perusahaan kecil tidak dibatasi dengan prosedur dan kebijakan perusahaan yang kaku. Perusahaan dapat bertindak lebih cepat karena lebih sedikit orang yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Pada perusahaan kecil tidak dibutuhkan persetujuan dari kepala kantor bahkan pimpinan tertinggi. Lapisan manajemen yang sedikit tersebut menjadikan pelanggan lebih dekat dengan bisnis tersebut sekaligus dekat dengan karyawan yang bekerja di tempat tersebut. Jiwa entrepreneur lebih muncul pada perusahaan kecil, termasuk dalam mengembangkan inovasi dan pengambilan risiko. Dengan sumber daya manusia yang sedikit, maka dapat beroperasi secara efisien. Terkait dengan inovasi, perusahaan kecil mempunyai kemampuan untuk memberikan respons dengan cepat jika terjadi perubahan pasar dan perubahan ekonomi. Perusahaan kecil dapat melakukan ini, selain karyawan yang sedikit, juga karena deskripsi kerja yang didefinisikan secara luas dan komunikasi terbuka yang terjadi di kebanyakan bisnis kecil. Kedekatan dengan pelanggan didemonstrasikan melalui percakapan antara pelanggan dan pelaku bisnis, bukan hanya topik percakapan tetapi lebih dari itu juga nada dan emosi. Hal ini kadangkala hanya dari hal-hal yang kecil, tetapi dapat membuat pelanggan merasa istimewa. Mulai dari menyapa namanya memberi kartu ucapan ulang tahun sampai hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri. Mulai memberi bingkisan-bingkisan kecil, memuji putranya pelanggan yang sedang ikut berbelanja sampai memuji pelanggan itu sendiri. Menanyakan keadaan keluarganya yang dalam keadaan baik. Itu semua membuat hubungan istimewa yang dapat mengalahkan segalanya. Pengalaman pribadi saya ketika mengelola Amikom Yogyakarta ketika di awal berdirinya. Perguruan Tinggi (PT) dengan menyewa rumah seadanya, karena tidak punya uang maka salah satu senjata yang saya pakai bersama kawan-kawan adalah melayani mahasiswa seperti di rumahnya sendiri. Mahasiswa boleh di laboratorium 24 jam dan boleh mengambil kopi dan teh sendiri. Saya memperlakukan mereka seperti keluarga saya, seperti adik saya, atau bahkan seperti anak saya dalam keluarga. Tidak ada jarak antara Pimpinan PT dengan mahasiswa. Dengan cara demikian mahasiswa yang ada di Amikom merasa sayang kalau harus keluar dari Amikom, sehingga tingkat peluruhan mahasiswa kecil sekali. Kepada mahasiswa-mahasiwa awal tersebut, saya hampir semua namanya hafal. Saya sapa dengan menyebut namanya.
Copyrights © 2006