Permasalahan kerja di Indonesia sampai sekarang masih menjadi fenomena yang sangat sensitif; hal ini disebabkan banyaknya orang yang berpotensi kerja akan tetapi karena terbatasnya kesempatan maka tidak dapat tertampung di pos-pos kerja. Sementara itu untuk mencip-takan kerja secara mandiri mereka masih banyak mengalami kendala dan hambatan; antara lain menyangkut pengalaman dan modal. Kerja atau pekerjaan, dengan demikian lalu berkembang menjadi sesuatu yang sangat mahal bagi kebanyakan anggota masyarakat kita. Kalau ada orang yang dengan "suka rela" mau membayar ratusan ribu rupiah, jutaan rupiah, atau belasan juta rupiah sebagai salah satu "persyaratan" untuk mendapatkan pekerjaan hal itu membuktikan be-gitu mahalnya harga suatu kerja atau pekerjaan. Dan, dalam realitas memang banyak orang yang melakukannya. Banyaknya orang yang berpotensi kerja di satu sisi dan terbatas-nya kesempatan kerja di sisi yang lain telah menyebabkan banyaknya orang yang tidak tertampung di pos kerja; dan inilah yang kemudian memunculkan istilah pengangguran. Pengangguran itu sendiri banyak jenisnya; antara lain adalah pengangguran kentara (real unemployed) bagi mereka yang sama sekali tidak bekerja atau memiliki pekerjaan dan pengangguran tidak kentara (invisible unemployed) bagi mereka yang sebenarnya memiliki pekerjaan akan tetapi belum maksimal dari sisi waktu kerja. Secara nasional sekarang ini terdapat sekitar 81 juta orang yang "beruntung" memiliki pekerjaan tetap; terdiri dari mereka yang dapat bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain, bekerja dengan dibantu oleh orang lain khususnya anggota rumah tangga, bekerja dengan buruh tetap, bekerja sebagai buruh atau karyawan, serta pekerja keluarga. Apabila jumlah penduduk kita sekarang ini sekitar 200 juta maka jum-lah tersebut tentu masih relatif kecil. Sebenarnya pihak pemerintah pun terus menerus berusaha untuk meningkatkan partisipasi kerja masyarakat kita akan tetapi usaha ini belum berhasil secara maksimal. Pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri sebagai salah satu bentuk usaha ternyata juga belum mendapatkan hasil yang memuaskan.
Copyrights © 1998